Pertarungan ini berjalan di luar prediksi. Meski keduanya memiliki latar belakang gulat yang kuat, Hokit dan Blaydes justru menyajikan baku hantam berdiri yang brutal selama tiga ronde penuh. Hokit tampil sebagai provokator utama sejak bel awal berbunyi, menghujani Blaydes dengan kombinasi serangan cepat sembari sesekali menunjukkan gestur provokatif. Meskipun Blaydes sempat unggul di ronde pertama menurut penilaian juri, Hokit bangkit di ronde kedua dan ketiga.
Data tidak resmi menunjukkan bahwa duel ini memecahkan rekor serangan signifikan terbanyak dalam sejarah pertarungan tiga ronde kelas berat UFC, melampaui rekor sebelumnya dengan selisih hampir 40 serangan. Hokit akhirnya dinyatakan menang lewat keputusan mutlak (unanimous decision) dengan skor kembar 29-28.
Panggilan dari Gedung Putih
Tak lama setelah duel berakhir, CEO UFC Dana White memberikan pengumuman mengejutkan. Josh Hokit (9-0) resmi ditambahkan ke dalam kartu UFC Freedom 250 pada 14 Juni mendatang untuk menghadapi veteran KO, Derrick Lewis.
Laga ini dijadwalkan berlangsung di lokasi yang sangat tidak biasa: Halaman depan Gedung Putih. Dana White mengonfirmasi bahwa ketangguhan Hokit dalam perang di Miami telah meyakinkan pihak promosi bahwa ia layak mendapatkan panggung terbesar di Washington D.C.
Bukan Hokit namanya jika tidak meninggalkan kesan kontroversial. Usai dinyatakan menang, ia menyampaikan pidato yang terdengar seperti sajak gila yang telah dilatih sebelumnya: "Langkah 'electric slide'-ku bisa memberi tenaga untuk seluruh kota ini. Aku adalah rasa sakit yang terus mengoceh... Aku meniup trompetku sendiri dan memukul drumku sendiri, tapi jika kau pikir kau bisa mengalahkanku dalam baku hantam, kau sangat bodoh!"
Hokit menutup wawancaranya dengan tantangan keras (dan penuh sensor) kepada Alex Pereira, yang dijadwalkan bertarung memperebutkan sabuk interim kelas berat di event yang sama. (*)