
Catatan: Faroq Zamzami
(Wartawan Kaltim Post dan Prokal.co)
PROKAL.CO-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ini kenapa sih?
Mulai awal tahun, setidaknya, disibukkan oleh permasalahan tak subtantif. Bikin ramai. Andai gubernur dan wakilnya peka.
Repotkan, jadinya malah sibuk klarifikasi, memberi penjelasan sana-sini, tentang problematika yang tak langsung mengetuk pintu-pintu kayu rumah warga Benua Etam.
Itupun ramai jadi perhatian publik karena memang memicu, mengundang, mencederai rasa keadilan masyarakat.
Energi untuk peduli rakyat, membangun daerah, memperbaiki Trans Kalimantan yang rusak, jadi tersedot ke situ. Tidak efektif dan efisien.
Awal tahun ini publik Kaltim ramai menyoroti pengadaan mobil dinas (mobdin) Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
Dalam hal ini, Gubernur tak peka terhadap kondisi.
Mobil dinas seharga Rp 8,5 miliar itu meluncur saat isu efisiensi anggaran bikin pusing banyak kepala.
Baca Juga: Sejarah Makan Siang
Pengurangan dana transfer pemerintah pusat ke daerah yang berimbas pada pengurangan APBD karena semua daerah di Kaltim belum mandiri dengan mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD), eh, muncul
Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV P460e berwarna putih di jalanan. Mobdin itu sudah diserahterimakan pada 20 November 2025.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





