SAMPIT – Warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengawali hari Selasa (31/3/2026) dengan suasana yang tak biasa. Sejak buta warna subuh, kabut tebal menyelimuti hampir seluruh sudut kota, mengubah pemandangan urban menjadi hamparan putih yang sunyi dan menusuk tulang.
Fenomena ini sempat mengejutkan warga karena intensitas kabut yang jauh lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Aktivitas pagi di jalan raya pun melambat drastis; para pengendara terpaksa menyalakan lampu utama dan ekstra waspada akibat visibilitas yang menurun tajam.
Seorang warga Sampit, Rahmad, menceritakan bagaimana perubahan cuaca ini terasa begitu mendadak sejak fajar menyingsing. "Sejak subuh kabut embun mulai turun. Beberapa hari sebelumnya ini tidak terjadi, tapi pagi ini benar-benar tebal," ujar Rahmad saat bersiap memulai aktivitasnya.
Kabut yang bertahan hingga pagi hari ini diperkuat oleh data dari BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit. Berdasarkan laporan resmi pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang di wilayah Sampit tercatat hanya mencapai 4 kilometer akibat dominasi kabut.
Kondisi udara pun terasa sangat lembap dan sejuk. Tercatat suhu udara berada di angka 24,9 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban yang nyaris jenuh, yakni mencapai 96 persen. Angin yang bertiup sangat tenang dari arah timur laut dengan kecepatan hanya 4 kilometer per jam disinyalir menjadi faktor utama yang membuat kabut betah "parkir" lebih lama di atas kota.
Secara teknis, fenomena kabut pagi ini terjadi akibat pertemuan antara tingginya kelembaban udara dengan suhu yang relatif rendah pada malam hari. Meski perlahan memudar seiring naiknya matahari pada pukul 08.00 WIB, sisa-sisa udara dingin dan suasana lembap masih menyelimuti Sampit hingga menjelang siang.
Pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi para pengguna jalan. Pengendara diminta untuk tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat jarak pandang terbatas guna menghindari risiko kecelakaan.
"Pencegahan tetap yang utama. Bagi warga yang beraktivitas di luar rumah, khususnya di jalan raya, harap tetap berhati-hati karena jarak pandang yang terbatas bisa sangat menipu," tulis laporan peringatan dini cuaca setempat. (*)
Editor : Indra Zakaria