Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tak Ada Lagi yang Harus Dibuktikan, Israel Adesanya Didesak Pensiun dari Dunia Baku Hantam

Indra Zakaria • 2026-04-02 13:45:48
Israel Adesanya dan Demetrious Johnson.
Israel Adesanya dan Demetrious Johnson.

 

LAS VEGAS – Dunia seni bela diri campuran (MMA) kembali dihangatkan oleh pernyataan jujur dari salah satu petarung terhebat sepanjang masa, Demetrious "Mighty Mouse" Johnson. Dalam sebuah diskusi mendalam mengenai karier dan motivasi, Johnson melontarkan saran yang cukup mengejutkan bagi mantan juara kelas menengah, Israel Adesanya: saatnya untuk menggantung sarung tinju.

Johnson, yang dikenal dengan kecerdasan taktisnya di dalam oktagon, membedah fenomena bagaimana kesuksesan finansial dapat mengubah dinamika seorang atlet. Baginya, bertarung bukan sekadar soal kemuliaan atau warisan (legacy), melainkan sebuah profesi yang digerakkan oleh kebutuhan ekonomi yang nyata.

Johnson secara terbuka mengakui bahwa kehebatannya di masa lalu dipicu oleh rasa lapar—baik secara kiasan maupun harfiah. Ia memandang setiap pertandingan sebagai langkah untuk mengamankan masa depan finansialnya.

“Saya rasa alasan saya begitu hebat dalam berkelahi adalah karena saya melihatnya sebagai bisnis. Saya butuh uang. Ketika Anda miskin dan bangkrut, Anda memiliki mentalitas yang berbeda,” ungkap Johnson lugas.

Menurutnya, dorongan untuk bertahan hidup menciptakan level fokus yang sulit ditandingi. Namun, tantangan muncul ketika seorang atlet telah mencapai puncak, memiliki segalanya, dan harus menghadapi lawan-lawan baru yang masih memiliki "mentalitas lapar" tersebut. Melihat posisi Israel Adesanya saat ini, Johnson merasa bahwa sang "Stylebender" sudah berada di titik jenuh prestasi. Ia menekankan bahwa Adesanya telah memberikan segalanya bagi dunia bela diri, mulai dari karier panjang di kickboxing hingga dominasinya di UFC.

Johnson mengkhawatirkan risiko fisik dan mental yang terus mengintai jika seorang atlet tetap bertahan saat api motivasinya mungkin tidak lagi sama dengan para penantang muda.

“Saya ingin dia pensiun. Tidak ada lagi yang bisa dia lakukan di seni bela diri campuran. Saya rasa dia sudah melakukan segalanya – dan Anda juga harus mempertimbangkan rekam jejak pertandingan kickboxing-nya yang luar biasa di masa lalu,” tambahnya. Meskipun menyarankan pensiun, Johnson memahami betul betapa sulitnya bagi seorang petarung papan atas untuk menjauh dari sorotan lampu oktagon. Ada kecanduan terhadap kompetisi yang seringkali membuat para atlet sulit menentukan kapan waktu yang tepat untuk berhenti.

Ia tidak menuduh pola pikir Adesanya berubah karena kekayaan, namun ia memperingatkan bahwa Adesanya kini bersaing dengan "singa-singa lapar" yang sedang mencoba mencapai level yang sudah ia miliki. Baginya, mengakhiri karier saat berada di posisi terhormat adalah kemenangan terakhir yang sesungguhnya.

Kini, keputusan sepenuhnya ada di tangan Israel Adesanya. Apakah ia akan terus mengejar sabuk juara, atau mendengarkan saran dari sesama legenda untuk menikmati masa pensiun dengan segala pencapaian yang telah ia raih. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Israel Adesanya