PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan pascakebakaran di SMP Negeri 2 Samarinda, dengan fokus pada analisa kelayakan bangunan hingga rencana rehabilitasi.
Wali Kota Andi Harun pun telah meninjau langsung kondisi sekolah yang terdampak kebakaran pada Kamis (2/4/2026).
Dari hasil peninjauan awal tersebut, bangunan sekolah terdiri dari dua lantai dengan total delapan ruang kelas, masing-masing empat ruang di setiap lantai.
“Secara pandangan kasat mata, lantai satu relatif aman. Yang mengalami rusak berat itu di lantai dua, empat lokal,” ungkapnya saat diwawancarai awak media.
Namun, ia menegaskan kondisi tersebut belum bisa dijadikan acuan karena harus melalui kajian teknis secara menyeluruh.
“Ini belum menurut penglihatan teknis. Karena ini menyangkut gedung, maka harus dilakukan analisa kelayakan secara profesional,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Samarinda menugaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda untuk melakukan analisa kelayakan bangunan serta menghitung kebutuhan anggaran perbaikan dengan melibatkan konsultan profesional.
“Saya beri waktu sampai hari Selasa untuk melaporkan hasilnya, agar kita bisa segera menentukan waktu rehabilitasi,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot Samarinda memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang yang masih layak digunakan di lingkungan sekolah.
“Karena sekolah ini cukup luas, tidak perlu menempatkan siswa di luar. Nanti diatur oleh kepala sekolah dan guru,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pembersihan lokasi sebagai bagian dari penanganan awal pascakebakaran. Tugas tersebut diberikan kepada Asisten II bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda.
Namun, proses pembersihan masih menunggu penyelesaian tahapan penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Kita tunggu dulu dari Polresta setelah kegiatan hukumnya selesai, baru pembersihan bisa dilakukan,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, kebakaran melanda SMP Negeri 2 Samarinda di Jalan KH Ahmad Dahlan pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 15.20 WITA.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH menyebut delapan ruang kelas terdampak, terutama pada bagian atap dan plafon.
“Pada jam 15.20 terjadi kebakaran di ruang belajar di SMPN 2 Samarinda, membakar delapan ruang kelas di bagian atap dan plafonnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tiga posko pemadam langsung diterjunkan dan proses penanganan berjalan lancar karena akses lokasi memadai.
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun kepastian masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria