Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PKB Kaltim Tegas..!! Resmi Tarik Dukungan untuk Rudy Mas’ud, Kritik Keras Kinerja Rudy-Seno

Redaksi Prokal • Kamis, 9 April 2026 - 06:45 WIB
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin saat memberikan sambutan pembukaan Muscab PKB se-Kaltim di Novotel Balikpapan, Rabu (8/4/2026).
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin saat memberikan sambutan pembukaan Muscab PKB se-Kaltim di Novotel Balikpapan, Rabu (8/4/2026).

BALIKPAPAN – Peta politik Kalimantan Timur mendadak bergejolak. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi menyatakan keluar dari barisan pendukung Gubernur Rudy Mas’ud. Penegasan ini tidak hanya mengakhiri kemitraan yang terjalin selama ini, tetapi juga memastikan perubahan drastis dalam konfigurasi politik menuju pemilihan gubernur (Pilgub) 2029 mendatang.

Keputusan besar tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, di sela-sela pembukaan Muscab PKB se-Kaltim yang digelar di Novotel Balikpapan, Rabu (8/4). Syafruddin menegaskan bahwa PKB telah menutup pintu rapat-rapat untuk kembali mengusung sang petahana.

“Baik dipilih melalui DPRD maupun secara langsung oleh rakyat, PKB tidak akan lagi mengusung beliau (Rudy Mas’ud),” tegas Syafruddin di hadapan para kader. Sikap keras PKB ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap dinamika yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Syafruddin menyebutkan bahwa hambatan dalam komunikasi serta situasi politik yang kerap tidak kondusif menjadi alasan utama di balik aksi "cerai" politik ini.

Kondisi hubungan yang sempat memanas dinilai tidak lagi sejalan dengan visi partai dalam membangun Kalimantan Timur ke depan. Alih-alih melanjutkan dukungan, PKB memilih untuk mengambil posisi di luar pemerintahan saat ini guna menyiapkan strategi baru yang lebih mandiri.

Tak hanya soal hubungan antarpartai, PKB juga melontarkan kritik pedas terhadap kinerja pemerintah provinsi saat ini. Salah satu poin krusial yang disorot adalah banyaknya jabatan eselon di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hingga kini masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

PKB menilai kondisi ini sangat merugikan rakyat karena Plt tidak memiliki kewenangan penuh dalam mengambil keputusan strategis. Akibatnya, banyak program kerja yang dinilai stagnan dan tidak berjalan maksimal. “Kalau terlalu lama diisi Plt, program tidak berjalan maksimal. Efektivitas pemerintahan terhambat karena keterbatasan wewenang tersebut,” imbuh Syafruddin.

Dengan resminya PKB meninggalkan Rudy Mas’ud, bursa pencalonan Gubernur Kaltim 2029 dipastikan akan semakin kompetitif. Langkah ini menjadi sinyal awal bahwa PKB siap membangun kekuatan baru, baik dengan memunculkan kader internal maupun menjajaki koalisi dengan partai lain yang memiliki kesamaan visi. Keputusan ini diprediksi akan memicu pergerakan partai politik lain di Bumi Etam untuk mulai menghitung ulang kekuatan mereka, seiring dengan dinamika politik daerah yang mulai memanas lebih awal. (*)

Editor : Indra Zakaria
#pilkada kaltim