Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Target 4.261 Hektare, Program Cetak Sawah Kotim Mulai Perkuat Lumbung Pangan Daerah

Redaksi Prokal • Jumat, 10 April 2026 - 17:15 WIB
Sekretaris DPKP Kotim, Permata Fitri saat menghadiri kegiatan gerakan tanam padi serentak di lahan cetak sawah rakyat di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kamis (9/4). (Akbar/Radar Sampit)
Sekretaris DPKP Kotim, Permata Fitri saat menghadiri kegiatan gerakan tanam padi serentak di lahan cetak sawah rakyat di Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kamis (9/4). (Akbar/Radar Sampit)

PROKAL.CO- Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memacu perluasan lahan produktif guna memperkokoh ketahanan pangan daerah. Hingga tahun 2025, realisasi program cetak sawah di wilayah ini telah mencapai 1.339 hektare. Lahan-lahan baru tersebut kini tersebar di beberapa titik strategis, mulai dari Kecamatan Baamang, Teluk Sampit, Pulau Hanaut, hingga Mentaya Hilir Selatan.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Permata Fitri, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan bagian dari target besar seluas 4.261 hektare yang dicanangkan pemerintah pusat. Meski proses pengerjaan dilakukan secara bertahap oleh penyedia dari Kementerian Pertanian, fokus utama saat ini adalah memastikan lahan yang sudah tercetak dapat segera dimanfaatkan oleh petani secara optimal.

Untuk mendukung produktivitas di lahan baru tersebut, pemerintah tidak hanya menyediakan konstruksi sawah, tetapi juga menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi atau agro input. Para petani yang mendapatkan alokasi lahan kini difasilitasi dengan bibit unggul dan kebutuhan tanam lainnya, sehingga proses produksi bisa langsung berjalan tanpa kendala ketersediaan modal awal.

"Petani difasilitasi dengan benih dan sarana produksi lainnya sehingga mereka bisa langsung melakukan kegiatan tanam," ujar Fitri saat menghadiri gerakan tanam padi serentak di Kelurahan Baamang Hulu, Kamis sore. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus menambah luas baku lahan sawah di Kotawaringin Timur secara signifikan.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, DPKP Kotim menjalin sinergi erat dengan penyuluh pertanian serta Balai Riset dan Mekanisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Kalimantan Tengah. Peran penyuluh dinilai menjadi ujung tombak dalam mendampingi petani agar teknik pengolahan lahan baru ini berjalan sesuai standar teknis. Pemerintah berharap, keberlanjutan program ini akan menjadikan Kotim sebagai salah satu penyangga utama pangan di Kalimantan Tengah pada tahun-tahun mendatang.

Editor : Indra Zakaria
#kalteng