Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Menantang Arus Terisolasi: Perjalanan Dua Hari Jalan Kaki demi Memastikan Roda Pemerintahan Long Titi Tetap Berputar

Indra Zakaria • Jumat, 10 April 2026 - 17:00 WIB
Potret anak-anak pedalaman Desa Long Titi ketika mengikuti sosialisasi akan pentingnya menjaga kesehatan. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
Potret anak-anak pedalaman Desa Long Titi ketika mengikuti sosialisasi akan pentingnya menjaga kesehatan. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO- Jarak dan medan ekstrem di pedalaman Kalimantan Utara masih menjadi potret nyata dari besarnya tantangan pemerataan pembangunan. Desa Long Titi yang terletak di Kecamatan Sungai Tubu, Kabupaten Malinau, menjadi salah satu bukti di mana keterisolasian geografis masih membelenggu aktivitas warga. Untuk mencapai desa ini, perjalanan fisik menembus hutan lebat dan medan berat harus ditempuh selama dua hari dengan berjalan kaki, diperparah dengan nihilnya akses jaringan komunikasi yang memadai.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk bekerja ekstra melampaui sekadar formalitas program di atas kertas. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Sungai Tubu melaksanakan kunjungan kerja langsung ke Long Titi pada awal April ini. Kehadiran tim kecamatan yang dipimpin oleh Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakay, menjadi krusial untuk memastikan tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, serta administrasi tetap berjalan meskipun berada di wilayah yang terputus dari dunia luar.

Dalam kunjungannya, Jimmy menegaskan bahwa sulitnya akses tidak boleh menjadi alasan bagi terhambatnya hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pemerintah. Baginya, kunjungan fisik adalah satu-satunya jembatan informasi yang efektif di tengah keterbatasan teknologi komunikasi. Melalui pemantauan langsung, pihak kecamatan melihat adanya tren positif berupa peningkatan ketertiban pengelolaan administrasi desa dan keaktifan warga dalam menjalankan program-program pembangunan swadaya.

Meski demikian, fakta bahwa aparat harus berjalan kaki berhari-hari untuk mencapai warganya menjadi pengingat bagi pemerintah daerah maupun pusat akan besarnya pekerjaan rumah dalam pemenuhan infrastruktur dasar. Warga Long Titi menaruh harapan besar agar kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas kunjungan pembinaan, tetapi menjadi pembuka jalan bagi masuknya akses jalan dan telekomunikasi yang lebih layak.

Komitmen Kecamatan Sungai Tubu untuk menjadikan kunjungan ini sebagai agenda rutin merupakan upaya nyata agar desa-desa di kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak kian tenggelam dalam ketertinggalan. Di balik lebatnya hutan Sungai Tubu, semangat untuk merajut konektivitas pembangunan terus diupayakan demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Malinau. (*)

Editor : Indra Zakaria
#malinau