Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Targetkan Penurunan Stunting 11,4 Persen: Wagub Kaltara Tekankan Kerja Nyata dan Inovasi Berbasis Data

Indra Zakaria • Jumat, 10 April 2026 - 18:00 WIB
TARGET: Wagub Kaltara, Ingkong Ala membuka Pra Musrenbang Tematik Stunting Kaltara 2026. FOTO: DKISP KALTARA
TARGET: Wagub Kaltara, Ingkong Ala membuka Pra Musrenbang Tematik Stunting Kaltara 2026. FOTO: DKISP KALTARA

 

PROKAL.CO- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menyusun langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka prevalensi stunting melalui Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026. Dalam kegiatan yang berlangsung di Tanjung Selor ini, Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, secara tegas mendorong penguatan komitmen lintas sektor guna menyelaraskan perencanaan yang lebih konkret dan tepat sasaran.

Sejalan dengan target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Kaltara mematok target ambisius yakni menekan angka stunting hingga menyentuh 11,4 persen pada tahun 2029. Wagub Ingkong menekankan bahwa pendekatan saat ini harus bergeser pada pencegahan berbasis siklus kehidupan dan konvergensi antarinstansi yang lebih solid, di mana data menjadi basis utama dalam setiap pengambilan kebijakan.

Meskipun progres terus berjalan, sejumlah tantangan masih membayangi upaya penurunan stunting di lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi, intervensi yang dilakukan dinilai masih cenderung bersifat kuratif atau pengobatan, sementara integrasi data dan sinkronisasi program antarlembaga belum sepenuhnya optimal. Hal ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih fokus pada kelompok sasaran prioritas serta memastikan pemenuhan standar pelayanan minimal hingga ke tingkat desa.

Wagub Ingkong mengingatkan bahwa keberhasilan dalam menangani stunting merupakan cermin nyata dari kualitas kepemimpinan dan kinerja pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia meminta agar penganggaran dilakukan secara selektif dengan mengutamakan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, penguatan peran kecamatan dan desa dianggap sangat krusial dalam memonitor perkembangan anak secara berkala.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melahirkan inovasi yang memanfaatkan kearifan lokal. Keterlibatan aktif masyarakat bukan hanya akan mempercepat pencapaian target angka, tetapi juga memastikan perubahan pola hidup sehat yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi masa depan Kaltara yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing global. (dkisp)

Editor : Indra Zakaria
#kaltara