Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Redam Gejolak Media Sosial, Wali Kota Tarakan Sebut Rotasi Ketua Baznas Sebagai Solusi Kebersamaan

Redaksi Prokal • 2026-04-02 10:55:31
MELANTIK: Wali Kota Tarakan dr Khairul melantik 5 pengurus Baznas Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MELANTIK: Wali Kota Tarakan dr Khairul melantik 5 pengurus Baznas Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

 
TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, akhirnya angkat bicara menanggapi keriuhan yang sempat mewarnai jagat media sosial terkait kebijakan rotasi jabatan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan. Bagi Khairul, dinamika yang terjadi bukanlah sebuah konflik serius, melainkan bagian dari proses pendewasaan organisasi dalam menentukan arah kepemimpinan.

Meski sempat menjadi bahan perbincangan hangat di ruang digital, Khairul menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada penolakan resmi yang masuk ke mejanya. Ia menilai perbedaan pendapat yang muncul hanyalah sebatas diskusi publik yang kini mulai mereda seiring dengan dimulainya masa kerja kepengurusan baru periode 2026–2030.

 

Kebijakan merotasi posisi ketua setiap satu tahun sekali ini diambil bukan tanpa alasan. Wali Kota mengungkapkan bahwa tingginya minat terhadap posisi puncak tersebut berpotensi memicu persaingan internal yang tidak sehat. Dengan sistem gilir, seluruh pimpinan yang memiliki kompetensi setara dipastikan akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memimpin.

"Dari tahun 2026 sampai 2030, semua pimpinan akan kebagian peran. Ketua itu sifatnya mengoordinasikan saja, jadi jika digilir setiap tahun, hal ini tidak akan mengganggu stabilitas program kerja Baznas yang sudah tersusun," jelas Khairul pada Rabu (1/4).

Pemerintah Kota Tarakan juga memastikan akan tetap melakukan konsultasi intensif dengan Baznas Pusat untuk menjamin skema rotasi ini berjalan selaras dengan regulasi yang berlaku. Khairul berpesan agar polemik ini tidak dibesar-besarkan, mengingat marwah Baznas sebagai lembaga pengelola dana umat sangat bergantung pada kekompakan internal dan kepercayaan publik.

Wali Kota mengingatkan bahwa Baznas bukanlah panggung politik tempat memperebutkan kekuasaan. Fokus utama lembaga ini haruslah pada pelayanan umat dan transparansi pengelolaan zakat. Menurutnya, jika internal tidak solid, maka kepercayaan masyarakat yang telah terbangun selama ini bisa dengan mudah luntur.

Kini, setelah proses pelantikan usai, seluruh pihak diajak untuk mengakhiri perdebatan dan kembali fokus pada kerja-kerja kemanusiaan. Dinamika yang sempat terjadi dianggap sebagai bumbu organisasi yang justru memperkuat komitmen para pimpinan untuk tetap bersinergi demi kepentingan masyarakat banyak di Kota Tarakan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#tarakan