MOSKOW – Kabar duka menyelimuti militer Rusia setelah upaya pencarian pesawat angkut Antonov An-26 yang hilang kontak berakhir dengan temuan memilukan. Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat tersebut dinyatakan tewas dalam kecelakaan maut di atas Semenanjung Krimea.
Pesawat nahas tersebut dilaporkan membawa 29 orang, yang terdiri dari 6 awak pesawat dan 23 penumpang. Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) berhasil menemukan titik jatuhnya pesawat setelah sempat kehilangan kontak saat armada ini menjalani penerbangan rutin pada Selasa (1/4).
Berdasarkan laporan dari lokasi kejadian, kondisi pesawat ditemukan dalam keadaan hancur setelah diduga menghantam medan yang sulit. Seorang sumber internal menyebutkan bahwa pesawat militer tersebut diduga menabrak tebing, sebuah benturan keras yang menutup peluang keselamatan bagi siapa pun di dalamnya.
"Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi jatuhnya An-26. Menurut laporan dari lokasi, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya telah meninggal dunia," tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia, sebagaimana dilansir dari Antara, Kamis (2/4).
Hingga saat ini, penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti mengapa pesawat bermesin ganda itu bisa keluar dari jalur atau gagal menjaga ketinggian aman. Dugaan awal mengarah pada adanya kerusakan teknis yang terjadi secara mendadak saat pesawat sedang mengudara di wilayah semenanjung yang strategis tersebut.
Tragedi ini menjadi catatan kelam bagi operasional penerbangan militer Rusia di wilayah tersebut. Otoritas terkait kini tengah fokus pada proses evakuasi jenazah para korban dari medan tebing yang terjal serta mengamankan kotak hitam pesawat untuk mendapatkan data penerbangan terakhir.
Pemerintah Rusia diprediksi akan memberikan penghormatan terakhir bagi para prajurit dan kru yang gugur dalam tugas rutin ini, sementara keluarga korban mulai berdatangan untuk menunggu proses identifikasi lebih lanjut. (*)
Editor : Indra Zakaria