PROKAL.CO- Bintang muda Bayern Munchen, Michael Olise, akhirnya angkat bicara mengenai kebiasaan uniknya yang sering tertangkap kamera saat berada di lapangan sebelum pertandingan dimulai. Aksi yang oleh banyak penggemar dianggap sebagai sebuah "ritual" tertentu tersebut dijelaskan Olise sebagai bagian teknis sekaligus mental dari persiapannya.
Olise menyadari bahwa banyak spekulasi yang beredar di kalangan publik mengenai gerak-geriknya di atas rumput. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah untuk memahami karakteristik area kerja yang akan ia hadapi selama 90 menit pertandingan.
“Aku melihat orang-orang mengatakan hal-hal yang berbeda—sebenarnya, itu tidak begitu dalam. Bagiku, ini tentang memahami lapangan. Setiap permukaan berbeda. Ada yang kering, ada yang lembut, ada yang lebih menahan bola,” ujar Olise menjelaskan sisi teknis dari kebiasaannya tersebut.
Menurut pemain internasional Prancis ini, merasakan kondisi tanah secara langsung sangat krusial bagi gaya permainannya yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan. Hal ini bahkan menjadi faktor penentu dalam aspek teknis yang paling mendasar sekalipun, seperti pemilihan perlengkapan bertanding.
“Aku hanya ingin merasakan tanah dengan benar agar aku bisa memutuskan cara bermain… bahkan sampai memilih sepatu bot yang mana kadang-kadang,” tambahnya.
Selain faktor teknis, Olise mengakui bahwa momen tersebut merupakan satu-satunya waktu di mana ia bisa mendapatkan ketenangan di tengah hiruk-pikuk stadion yang penuh sesak. Sebelum peluit pertama dibunyikan, berada di tengah lapangan membantunya melakukan sinkronisasi mental agar tetap fokus pada strategi permainan.
“Tapi ini juga momenku untuk memperlambat segalanya. Tidak ada kebisingan, tidak ada tekanan… hanya aku dan lapangan sebelum pertandingan dimulai. Apa pun yang orang sebut, bagiku, ini hanyalah persiapan,” pungkas Olise.
Penjelasan ini memberikan gambaran baru mengenai sosok Michael Olise yang tidak hanya mengandalkan bakat alami, tetapi juga perhatian yang sangat mendetail terhadap faktor lingkungan. Pendekatan profesional ini pulalah yang dinilai banyak pihak sebagai kunci konsistensi performanya di level tertinggi sepak bola Eropa. (*)
Editor : Indra Zakaria