PROKAL.CO- Mantan manajer legendaris Liverpool, Jürgen Klopp, memberikan sanjungan luar biasa menanggapi kabar perpisahan Andy Robertson dengan publik Anfield pada akhir musim ini. Klopp, yang merupakan sosok yang mendatangkan Robertson dari Hull City, mengenang kembali perjalanan luar biasa sang bek kiri yang bertransformasi dari pemain berharga murah menjadi petarung tak tergantikan di skuad The Reds.
Klopp merefleksikan bagaimana dedikasi Robertson telah melampaui nilai transfernya saat pertama kali menginjakkan kaki di Merseyside. "Lihat, apa yang bisa saya katakan tentang Andy? Wow. Bocah ini datang dengan harga 8 juta pound sterling dan bermain layaknya prajurit seharga 100 juta pound sterling setiap minggunya. Dia tidak hanya mengenakan jersi itu, dia bertarung demi jersi tersebut. Dia memberikan paru-parunya, hatinya, dan jiwanya untuk klub ini," ujar Klopp dengan penuh emosional.
Bagi Klopp, posisi Robertson dalam sejarah kepelatihannya berada di tempat yang paling istimewa. Ia tidak ragu menyebut pemain internasional Skotlandia itu sebagai bek kiri terbaik yang pernah ia tangani sepanjang karier manajerialnya. Kualitas Robertson di mata Klopp bukan hanya soal teknik di lapangan, melainkan karakter yang gigih, tidak kenal takut, dan selalu hadir di saat-saat paling krusial bagi tim.
Keberhasilan Liverpool merengkuh berbagai gelar bergengsi dalam satu dekade terakhir, menurut Klopp, tidak akan mungkin terwujud tanpa kontribusi besar dari pemain yang akrab disapa Robbo tersebut. "Andy sangat instrumen dalam segala hal yang kita raih bersama; gelar Premier League, malam Liga Champions yang indah di Madrid... semua itu tidak akan terjadi tanpa Robbo," tegas pelatih asal Jerman tersebut.
Menutup pernyataannya, Klopp menekankan bahwa kehilangan Robertson bukan sekadar kehilangan seorang pemain bertahan, melainkan kehilangan semangat dan identitas tim. "Ketika pemain seperti Andy pergi, bukan hanya sepak bola yang hilang, melainkan karakter, semangat, dan sepotong jiwa dari tim ini. Dia akan dirindukan oleh semua orang di Liverpool, tetapi satu hal yang pasti: Liverpool akan selamanya menjadi rumahnya, dan dia tidak akan pernah berjalan sendirian," pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria