PROKAL.CO-Masa depan Jack Grealish kini tengah diselimuti ketidakpastian menjelang dibukanya bursa transfer musim panas 2026. Sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dalam masa peminjamannya di Everton, karier pemain berusia 30 tahun itu justru kembali terhambat oleh cedera serius yang membuat nilai pasarnya merosot tajam.
Selama berseragam Everton, Grealish sebenarnya menjadi pilar penting di bawah asuhan David Moyes. Dari 20 penampilan di Liga Inggris, ia berhasil mencatatkan dua gol dan enam asis, performa yang cukup untuk memikat hati publik Goodison Park. Namun, nasib buruk menimpa saat cedera pergelangan kaki memaksa Grealish naik meja operasi dan harus mengakhiri musim lebih awal. Situasi medis inilah yang membuat Everton kini berpikir dua kali untuk mengaktifkan opsi pembelian permanen.
Everton secara terbuka menyatakan kepuasan atas kontribusi Grealish, namun mereka menilai banderol 50 juta pound sterling atau setara Rp1 triliun yang dipatok Manchester City sudah tidak lagi realistis. Pihak klub asal Liverpool tersebut kini menuntut harga yang lebih masuk akal mengingat risiko kebugaran sang pemain pasca-operasi. David Moyes sendiri menegaskan bahwa meski ia ingin mempertahankan Grealish, kesepakatan finansial harus menguntungkan stabilitas ekonomi klub.
Di sisi lain, Manchester City dilaporkan sangat ingin melepas Grealish guna mengurangi beban gaji yang mencapai Rp6 miliar per pekan. Dengan kontrak yang akan habis pada Juni 2027, City menghadapi risiko kehilangan pemain yang pernah mereka beli seharga Rp2 triliun itu secara cuma-cuma jika tidak segera menjualnya musim ini. Tekanan tersebut membuat manajemen The Citizens melunak dan dikabarkan siap membuka negosiasi di angka 15 hingga 20 juta pound sterling saja—hampir setengah dari harga awal yang diminta.
Kini, bola panas berada di tangan kedua klub. Jika Everton dan City berhasil mencapai titik temu di kisaran harga yang jauh lebih rendah, Grealish berpeluang besar untuk membangun kembali kariernya secara permanen di Merseyside. Namun, jika negosiasi menemui jalan buntu, mantan bintang Aston Villa tersebut harus bersiap kembali ke Etihad Stadium dengan masa depan yang kian buram di bawah bayang-bayang ketatnya persaingan skuad asuhan Pep Guardiola. (*)
Editor : Indra Zakaria