Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jejak Emas sang 'Aeroplanino': Vincenzo Montella Kembali ke Piala Dunia, Kini Sebagai Juru Taktik

Redaksi Prokal • 2026-04-02 10:55:31
Vincenzo Montella
Vincenzo Montella

 


ISTANBUL – Ironi menyelimuti sepak bola Italia. Di saat publik Bel Paese harus menelan pil pahit akibat kegagalan Timnas Italia melaju ke Piala Dunia 2026, sosok Vincenzo Montella justru muncul sebagai pahlawan bagi bangsa lain. Pelatih berkebangsaan Italia tersebut resmi mengukir sejarah dengan membawa Timnas Turki terbang tinggi menuju putaran final di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian luar biasa bagi Turki, mengingat ini adalah kali pertama mereka kembali ke panggung dunia sejak tahun 2002. Namun, bagi Montella pribadi, angka 2002 memiliki makna yang jauh lebih personal dan emosional.

Piala Dunia 2002 merupakan satu-satunya momen di mana pria yang dijuluki L'Aeroplanino (Pesawat Terbang Kecil) tersebut merasakan atmosfer Piala Dunia sebagai pemain dengan balutan seragam Azzurri. Kini, setelah 24 tahun berlalu, Montella melengkapi Curriculum Vitae (CV) menterengnya dengan merasakan ajang empat tahunan itu dari pinggir lapangan sebagai pelatih.

Montella, yang mulai menakhodai Turki sejak September 2023, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Menjadi pelatih asing yang mampu membangkitkan gairah sepak bola Turki hingga ke level dunia adalah sebuah pembuktian kapasitasnya yang luar biasa.

"Aku merasakan emosi yang sangat luar biasa. Rasanya seperti berada di puncak. Sebagai pelatih dari luar Turki, aku sangat bangga dengan capaian kolektif ini," ujar mantan bintang AS Roma tersebut kepada media lokal, Fanatik.

Di tengah suasana pesta kelolosan Turki, Montella sempat disinggung mengenai nasib tragis koleganya, Gennaro Gattuso, yang gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Alih-alih berkomentar panjang, pelatih berusia 51 tahun itu memilih untuk menjaga perasaan kompatriotnya tersebut.

"Ini bukanlah momen yang tepat untuk membahas hal itu," ucap Montella singkat, menunjukkan rasa hormatnya terhadap situasi sulit yang sedang dialami sepak bola negaranya. Karier kepelatihan Montella memang telah melanglang buana, mulai dari menangani klub-klub besar seperti AC Milan, Fiorentina, hingga Sevilla. Namun, membawa sebuah negara menuju panggung tertinggi sepak bola adalah level pencapaian yang berbeda.

Kini, seluruh mata di Turki tertuju pada sang 'Pesawat Terbang Kecil'. Publik berharap tangan dingin Montella mampu mengulang, atau bahkan melampaui, kejayaan Turki di tahun 2002 saat mereka berhasil menduduki peringkat ketiga dunia.(*)

Editor : Indra Zakaria
#turki