Sulap Dermaga Harapan Baru Jadi Waterfront Hub, Samarinda Bidik Peluang Ekonomi di Tepian Mahakam

SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda resmi merancang pengembangan Dermaga Harapan Baru di Kecamatan Loa Janan Ilir menjadi kawasan terpadu berkonsep Harapan Baru Fishery and Waterfront Hub. Proyek revitalisasi ini disiapkan untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Samarinda Seberang.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan visi besarnya saat memimpin rapat lanjutan konsep Detail Engineering Design (DED) Dermaga Harapan Baru di Balai Kota Samarinda. Ia menekankan bahwa proyek bernilai anggaran besar ini harus diperhitungkan tingkat kelayakan investasinya agar memberi dampak nyata bagi pelayanan publik dan pendapatan daerah.
"Saya ingin kawasan ini nantinya menjadi teras baru Samarinda di Samarinda Seberang. Bukan sekadar dermaga, tetapi kawasan yang terintegrasi dengan potensi perikanan, kuliner, pariwisata sungai, dan ruang publik," kata Andi Harun.
Menurut Andi Harun, pemerintah kota tidak boleh berorientasi pada kemegahan fisik dan estetika desain semata. Biaya operasional serta kemampuan kawasan dalam menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang harus dikalkulasi secara matang, termasuk penataan zonasi yang ketat agar aktivitas bongkar muat ikan tidak bercampur dengan area rekreasi dan kuliner.
Guna memperkaya daya tarik wisata, Wali Kota menggagas pengembangan paket wisata susur Sungai Mahakam memanfaatkan kapal tambangan yang didesain ulang menjadi kapal wisata modern, dengan menjadikan kawasan tepi sungai populer Clarke Quay di Singapura sebagai salah satu referensi penataan.
"Pemerintah fokus pada infrastruktur dasarnya seperti akses, penataan kawasan, dan fasilitas dermaga. Sementara untuk restoran, pusat kuliner, dan bangunan komersial lainnya bisa melibatkan pihak swasta," ujar Wali Kota Andi Harun.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa revitalisasi total pada eks pelabuhan feri tersebut ditargetkan mulai berjalan pada tahun anggaran 2026. Estimasi kebutuhan dana yang disiapkan berada di kisaran Rp29 miliar hingga Rp30 miliar melalui skema tahun anggaran tunggal.
"Dermaga Harapan Baru ini memiliki nilai historis dan potensi PAD yang sangat besar. Pengembangan fisik nantinya mencakup kantor operasional, pos jaga, breasting dolphin, pedestrian, sheet pile, hingga sistem drainase dan penataan lampu kawasan," ujar Manalu.
Penyempurnaan detail rancangan DED ini selanjutnya dikaji lintas sektoral bersama Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, serta pihak Kecamatan Loa Janan Ilir. (adv/diskominfo/smd)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




