Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Temukan Rehabilitasi Sawah Lambat, Mentan Amran Ultimatum Satu Bulan Tuntas 

R
TEMUAN: Mentan RI, Andi Amran Sulaiman (dua kanan), menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana saat di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Selasa, 14 April 2026.
TEMUAN: Mentan RI, Andi Amran Sulaiman (dua kanan), menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana saat di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Selasa, 14 April 2026.

Advertisement

PROKAL.CO, PADANG PARIAMAN-Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana saat meninjau langsung lokasi di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Selasa (14/4/2026). 

Meski anggaran rehabilitasi telah tersedia sejak awal tahun, proses pemulihan di lapangan dinilai belum berjalan optimal.

Advertisement

Mentan Amran menegaskan, pemerintah pusat telah bergerak cepat sejak awal bencana terjadi, termasuk menyalurkan berbagai bantuan untuk percepatan pemulihan sektor pertanian. 

Namun, ia menyayangkan implementasi di daerah yang masih tersendat akibat persoalan birokrasi dan koordinasi.

“Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera kolaborasi menyelesaikan dalam waktu singkat. Tapi yang kami lihat di lapangan masih lambat,” kata Mentan Amran.

Advertisement

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar untuk pemulihan di wilayah terdampak. Untuk rehabilitasi sawah rusak seluas sekitar 7.000 hektare di Sumatra Barat, seluruh pembiayaan menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Khusus Sumatra Barat, bantuan dari Kementerian Pertanian mencapai Rp 455 miliar. Jadi tidak ada alasan untuk lambat,” ujarnya.

Mentan Amran menilai, lambannya penanganan lebih disebabkan oleh rantai birokrasi yang terlalu panjang serta lemahnya komunikasi antarlevel pemerintahan. 
Padahal, menurutnya, pencairan anggaran dari pusat telah dilakukan secara cepat begitu permintaan daerah disampaikan.

“Pusat begitu ada permintaan langsung kami cairkan. Tapi di bawah ini mungkin masih berproses terlalu lama. Ini yang harus diperbaiki,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Mentan Amran memberikan peringatan tegas kepada jajaran pemerintah daerah agar segera mempercepat pekerjaan di lapangan. Ia meminta seluruh proses rehabilitasi sawah dapat diselesaikan dalam waktu maksimal satu bulan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kisah Inspiratif Ruslan IB07 Balikpapan; Menolong Tanpa Tarif, Bertahan karena Hati Nurani

Kisah Inspiratif Ruslan IB07 Balikpapan; Menolong Tanpa Tarif, Bertahan karena Hati Nurani

Ketika sebagian orang memilih menjauh dari lokasi bencana, Ruslan justru bergerak mendekat. Radio komunikasi menjadi salah satu perlengkapan

Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, mempercepat implementasi sistem Pertanian Modern PM-AAS sebagai strategi baru meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Antisipasi Potensi El Nino 2026, Kementan Percepat Pompanisasi untuk Selamatkan Musim Tanam dan Jaga Produksi Pangan

Antisipasi Potensi El Nino 2026, Kementan Percepat Pompanisasi untuk Selamatkan Musim Tanam dan Jaga Produksi Pangan

Kementan RI mempercepat program pompanisasi sebagai langkah mitigasi utama menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer