Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Petani Tangguh Kukar Sasar 32 Ribu Petani, Pelatihan dan Sekolah Lapang Diperluas

E
Sekolah Lapang yang dilaksanakan Distanak Kukar (Istimewa)
Sekolah Lapang yang dilaksanakan Distanak Kukar (Istimewa)

Advertisement

PROKAL.CO, TENGGARONG – Peningkatan kompetensi menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memperkuat sektor pertanian. Melalui program dedikasi Petani, Peternak, dan Nelayan Tangguh Kukar Idaman Terbaik, pelatihan dan pendampingan terus dilakukan untuk mendorong petani lebih produktif.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar mencatat, sebanyak 505 petani telah mendapatkan pelatihan, sementara 656 orang mengikuti sekolah lapang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pembelajaran langsung dan pendampingan di lapangan.

Kepala Distanak Kukar Rifani melalui Kabid Usaha dan Penyuluhan, Erwin Surya Wirawan, mengatakan program tersebut sejalan dengan misi keenam Bupati dan Wakil Bupati Kukar periode 2025–2030, yakni mewujudkan petani, peternak, dan nelayan yang tangguh.

Advertisement

“Dari sisi Bidang Usaha dan Penyuluhan, kami memiliki sekitar 59 ribu petani yang tersebar di seluruh wilayah Kutai Kartanegara. Pendampingan dan peningkatan kompetensi petani yang kami lakukan di lapangan dikolaborasikan dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan penyuluh pertanian swadaya,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (5/11/2026).

Dalam program 100 ribu petani, peternak, dan nelayan produktif, Distanak Kukar mendapat porsi sasaran sebanyak 32 ribu petani selama lima tahun. Pelaksanaannya dilakukan bertahap melalui pelatihan, pendampingan, sekolah lapang, serta fasilitasi sarana dan prasarana pendukung.

Di tengah efisiensi anggaran pada 2025–2026, Distanak Kukar menjalankan sekolah lapang di enam kecamatan. Kegiatan ini melibatkan penyuluh dan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pertanian, termasuk penyesuaian terhadap kondisi iklim.

Advertisement

Erwin menjelaskan, sekolah lapang tidak hanya memberikan materi pembelajaran. Petani juga mendapat bahan praktik untuk mendukung kegiatan budidaya, mulai dari bibit, pupuk, pestisida hingga peralatan pertanian.

“Di Bidang Usaha dan Penyuluhan, kami memang fokus pada sumber daya manusia (SDM). Pendampingan yang kami lakukan berupa pelatihan. Pelatihan ini kami barengi dengan pemberian bahan praktik,” jelasnya.

Untuk komoditas tanaman pangan, kegiatan sementara difokuskan pada padi sebagai salah satu komoditas unggulan Kukar. Bibit yang digunakan di antaranya padi Inpari 32 dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Kalimantan Timur.

Metode tanam dalam sekolah lapang juga diselaraskan dengan program kementerian. Fasilitasi bahan praktik diberikan selama satu musim tanam, sehingga petani dapat menerapkan pembelajaran secara langsung di lahan.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kukar Siapkan Stimulus Komunitas Kreatif, Bantuan Rp100 Juta Jadi Plafon Tertinggi

Kukar Siapkan Stimulus Komunitas Kreatif, Bantuan Rp100 Juta Jadi Plafon Tertinggi

Penampilan komunitas Memanda di Simpang Odah Etam Tenggarong (Elmo/Prokal.co)

DP3A Kukar Ingatkan Anak Tak Terburu-buru Menikah, Pendidikan Jadi Prioritas

DP3A Kukar Ingatkan Anak Tak Terburu-buru Menikah, Pendidikan Jadi Prioritas

Kepala DP3A Kukar Syafliansyah (Elmo/Prokal.co)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer