Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkes Kukar Catat 45 Kasus Campak Sepanjang 2026, Warga Diminta Waspadai Gejalanya

E
 Plt Kabid P3PL Dinkes Kukar Budy Setiawan (Elmo/Prokal.co)
 Plt Kabid P3PL Dinkes Kukar Budy Setiawan (Elmo/Prokal.co)

Advertisement

PROKAL.CO, TENGGARONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar) meningkatkan kewaspadaan setelah mencatat 45 kasus campak yang terkonfirmasi laboratorium sepanjang 2026. Kasus tersebut tersebar di empat kecamatan, sementara hingga kini belum ditemukan kasus rubella yang dinyatakan positif.

Peningkatan itu menjadi perhatian karena dari ratusan laporan kasus suspek campak dan rubella yang masuk ke fasilitas kesehatan, sebagian telah dipastikan merupakan infeksi campak. Untuk menekan penyebaran penyakit, Dinkes memperkuat pengawasan epidemiologi serta memperluas pelaksanaan swiping imunisasi di seluruh wilayah Kukar.

Plt Kabid Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Kukar Budy Setiawan mengatakan sejak minggu pertama hingga minggu ke-20 tahun 2026 tercatat sebanyak 274 kasus suspek campak dan rubella.

Advertisement

"Sebanyak 234 spesimen telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium, dan 84 spesimen sudah keluar hasilnya," ujarnya belum lama ini.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, sebanyak 45 spesimen dinyatakan positif campak, sedangkan 39 lainnya negatif. Hingga saat ini belum ada spesimen yang terkonfirmasi sebagai rubella. Kasus campak yang terkonfirmasi berasal dari empat kecamatan, yakni Tenggarong, Samboja, Loa Kulu, dan Muara Badak.

Berdasarkan laporan fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit umum daerah. RSUD Aji Muhammad Parikesit menangani suspek campak terbanyak berjumlah 115 kasus. Disusul RSUD Abadi Samboja sebanyak 75 kasus dan Puskesmas Loa Ipuh sebanyak 35 kasus.

Advertisement

Saat ini sendiri, Budy mengungkapkan tren epidemiologi menunjukkan lonjakan tertinggi kasus suspek terjadi pada minggu ke-16 dengan total 29 kasus. Menghadapi peningkatan tersebut, Dinkes Kukar memperkuat langkah pengendalian melalui peningkatan cakupan imunisasi, pengawasan rutin, serta penyelidikan epidemiologi terhadap setiap laporan kasus suspek.

"Kami terus melakukan swiping imunisasi secara aktif di seluruh 32 puskesmas, pengawasan rutin setiap bulan terhadap pelaksanaan imunisasi, serta penyelidikan epidemiologi setiap ditemukan kasus suspek campak," jelasnya.

Investigasi lapangan tetap dilakukan meski pemerintah menerapkan efisiensi anggaran. Petugas surveilans di setiap puskesmas akan melakukan penelusuran terhadap pasien suspek, kemudian hasilnya dibahas bersama Dinkes, tenaga kesehatan, hingga dokter spesialis anak melalui rapat virtual apabila diperlukan.

Apabila hasil penyelidikan mengarah pada dugaan kuat campak, petugas akan mengambil sampel melalui pemeriksaan PCR atau swab untuk dikirim ke laboratorium sebagai dasar penegakan diagnosis.

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Wajib Belajar Prasekolah 1 Tahun di Kukar, Bunda PAUD Minta Desa Jemput Bola

Wajib Belajar Prasekolah 1 Tahun di Kukar, Bunda PAUD Minta Desa Jemput Bola

Publikasi dan Sosialisasi Strategi Pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah Tahun 2026 di Pendopo Odah Etam (Elmo/Prokal.co)

Dukung Operasi Patuh Mahakam, Dishub Kukar Siapkan Personel hingga Pemeriksa Kelaikan Kendaraan

Dukung Operasi Patuh Mahakam, Dishub Kukar Siapkan Personel hingga Pemeriksa Kelaikan Kendaraan

Kadishub Kukar Ahmad Junaidi mendampingi Kapolres AKBP Khairul Basyar dan Dandim Letkol Arm Benny Budiman saat apel Operasi Patuh Mahakam (E

Operasi Patuh Mahakam 2026 di Kukar Hingga 8 November, Lima Wilayah Rawan Kecelakaan Jadi Prioritas

Operasi Patuh Mahakam 2026 di Kukar Hingga 8 November, Lima Wilayah Rawan Kecelakaan Jadi Prioritas

gelar pasukan Operasi Patuh Mahakam 2026 yang dipimpin Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar (Istimewa)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer