Pengadaan MRI RSUD AWS Disorot: CMI Kaltim Protes Dugaan Perubahan Spesifikasi Diameter Mesin

SAMARINDA – Puluhan massa dari Cermin Muda Indonesia Kalimantan Timur (CMI Kaltim) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Selasa (3/11/2026) siang. Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan keprihatinan terkait dugaan perubahan spesifikasi teknis dan isu intervensi pada pengadaan alat kesehatan Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi, CMI Kaltim menyoroti adanya indikasi pergeseran penyesuaian spesifikasi mesin MRI, di mana kebutuhan awal rumah sakit yang mengarah pada bore diameter atau diameter tabung 70 cm disinyalir berubah menjadi 60 cm.
Koordinator Lapangan CMI Kaltim, M. Randy Zuhri, menyampaikan bahwa dugaan perubahan spesifikasi dan intervensi tersebut memang belum dapat dinyatakan sebagai tindak pidana sebelum ada hasil pemeriksaan resmi. Oleh karena itu, massa menuntut adanya pembukaan informasi publik secara transparan, proses audit menyeluruh, serta penegakan hukum secara tegas apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Selain itu, CMI Kaltim mendesak Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setdaprov Kaltim agar proses pengadaan mematuhi seluruh aturan hukum yang berlaku. Mereka juga meminta agar mesin MRI yang dipilih tetap menggunakan spesifikasi bore diameter standar 70 cm dari merek berkualitas terkemuka seperti GE Signa atau Siemens. Penggunaan spesifikasi 70 cm dinilai sangat penting untuk memastikan kenyamanan optimal bagi pasien, khususnya bagi pasien penderita obesitas maupun mereka yang mengalami fobia ruang sempit (claustrophobia).
Perwakilan massa aksi kemudian diterima untuk melangsungkan audiensi bersama jajaran Pemprov Kaltim di Lantai 6 Kantor Gubernur Kaltim. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (PPOD) Setdaprov Kaltim dan dihadiri langsung oleh Kepala Biro Barjas Setdaprov Kaltim, Andi Muhammad Arpan, serta Plt. Direktur Utama RSUD AWS Samarinda, Ahmad Jais, bersama pejabat instansi terkait lainnya.
Hingga audiensi berlangsung, situasi di sekitar lokasi Kantor Gubernur Kaltim terpantau tetap aman dan kondusif dengan pengawalan ketat dari aparat Polresta Samarinda dan Satpol PP Provinsi Kaltim. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




