
CATATAN: Dr Irianto Lambrie
(Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center/BPIC Kalimantan Timur/Kaltim)
PROKAL.CO-Banyak orang masih beranggapan bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh kecerdasan, gelar akademik, atau keberuntungan.
Tidak sedikit pula yang meyakini bahwa memiliki koneksi yang luas adalah jalan tercepat menuju kesuksesan.
Semua itu memang dapat menjadi faktor pendukung, tetapi pengalaman panjang menunjukkan bahwa ada satu hal yang hampir selalu menjadi pembeda antara mereka yang berhasil dan mereka yang tertinggal, yaitu etos kerja.
Etos kerja bukan sekadar rajin datang ke kantor atau sibuk sepanjang hari. Lebih dari itu, etos kerja adalah cara seseorang memandang pekerjaannya.
Ia merupakan perpaduan antara sikap, semangat, nilai, dan karakter yang tercermin dalam setiap tindakan.
Dengan kata lain, etos kerja menjawab pertanyaan sederhana, bagaimana kita bekerja.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin terbuka, global, dan penuh ketidakpastian, etos kerja telah berubah menjadi modal yang jauh lebih penting daripada sekadar ijazah.
Perusahaan, lembaga, bahkan organisasi sosial kini lebih membutuhkan orang-orang yang dapat dipercaya daripada mereka yang hanya pandai berbicara.
Saya sering mengatakan bahwa kompetensi dapat diajarkan, tetapi karakter kerja jauh lebih sulit dibentuk apabila seseorang tidak memiliki kemauan dari dalam dirinya sendiri.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




