Dari Guadalajara hingga Tijuana, Menyaksikan Betapa Sulitnya Dunia Melawan Mafia Narkoba

CATATAN: Dr Irianto Lambrie
(Ketua Umum Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kalimantan Timur/Kaltim)
PROKAL.CO-Setiap negara memiliki tantangan yang berbeda-beda. Ada yang berjuang melawan kemiskinan, ada yang menghadapi konflik politik, ada pula yang bergelut dengan bencana alam.
Namun ada satu persoalan yang tampaknya menjadi musuh bersama seluruh umat manusia, yaitu narkoba.
Selama puluhan tahun, hampir semua negara di dunia telah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memberantas peredaran narkotika.
Amerika, Eropa, Asia, Afrika hingga Australia sama-sama menghadapi persoalan ini. Ironisnya, semakin keras perang terhadap narkoba dilakukan, jaringan peredarannya justru semakin canggih dan semakin sulit diberantas.
Baca Juga: Tim Verifikator Turun ke Lapangan, Kawasan Karst Sangkulirang–Mangkalihat Menuju Geopark Nasional
Mengapa demikian?
Jawabannya sederhana, tetapi sangat mengkhawatirkan. Di balik bisnis haram tersebut berdiri organisasi-organisasi mafia yang memiliki struktur sangat rapi, modal nyaris tak terbatas, teknologi modern, serta jaringan internasional yang luas.
Mereka tidak hanya mengendalikan jalur perdagangan gelap, tetapi dalam banyak kasus juga mampu menyusup ke berbagai institusi melalui praktik suap, korupsi, bahkan kedekatan dengan oknum pejabat.
Bahkan di beberapa negara, bukan lagi menjadi rahasia umum bahwa bos-bos mafia narkoba ikut menjadi penyandang dana dalam berbagai kontestasi politik.
Mereka membutuhkan perlindungan, sementara sebagian elite membutuhkan dana. Hubungan saling menguntungkan seperti inilah yang membuat perang terhadap narkoba menjadi semakin rumit.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


