Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kaltim Siaga Karhutla: BMKG Balikpapan Deteksi Lonjakan Titik Panas

R
Ilustrasi karhutla
Ilustrasi karhutla

Advertisement

 
BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kalimantan Timur. Langkah ini diambil menyusul kondisi cuaca ekstrem yang cenderung panas dan kering, sehingga memicu kemunculan puluhan titik panas di berbagai kabupaten dan kota dalam sepekan terakhir.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan bahwa kenaikan suhu udara yang signifikan menjadi faktor pendorong utama munculnya titik panas tersebut. Menurut pengamatannya, kondisi atmosfer yang kering sangat mendukung terjadinya percikan api yang dapat meluas dengan cepat jika tidak segera diantisipasi.

Berdasarkan data pemantauan terbaru, sebaran titik panas di Kalimantan Timur menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Pada Selasa, 21 April 2026, tercatat sebanyak 55 titik panas dengan konsentrasi terbesar di Kutai Kartanegara dan Kutai Timur. Angka ini melonjak drastis pada Rabu, 22 April, mencapai 81 titik yang tersebar luas hingga ke wilayah Paser dan Berau. Sementara itu, hingga Kamis sore, 23 April, petugas masih mendeteksi 23 titik panas yang terus dipantau perkembangannya.

Advertisement

Menyikapi fenomena ini, BMKG menekankan bahwa peran serta masyarakat sangat krusial dalam melakukan pencegahan sejak dini. Warga diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, seperti membakar sampah di area terbuka secara sembarangan atau membuang puntung rokok di lahan yang mengering. Selain itu, edukasi kepada para petani dan pekebun terus digalakkan agar metode pembukaan lahan dilakukan tanpa menggunakan sarana pembakaran.

Di sisi lain, koordinasi lintas instansi juga mulai diperketat. BMKG meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama instansi terkait segera melakukan verifikasi lapangan atau ground check terhadap titik panas yang terdeteksi. Langkah cepat ini diperlukan untuk memastikan apakah titik panas tersebut merupakan api aktif yang berpotensi menjadi kebakaran besar. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan ancaman Karhutla dapat ditekan sebelum memasuki puncak musim kemarau yang lebih ekstrem. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karhutla Berulang, 69 Persen Kebakaran di Kaltim Terjadi di Wilayah Konsensi

Karhutla Berulang, 69 Persen Kebakaran di Kaltim Terjadi di Wilayah Konsensi

[19.30, 26/10/2026] Yamin: Diskusi media daring bertajuk “Satu Dekade Perjanjian Paris: Menagih Tanggung Jawab atas Karhutla, Evaluasi Kiner

BPBD Samarinda Curigai Faktor Manusia dalam Karhutla, Temuan Patok Baru Jadi Perhatian

BPBD Samarinda Curigai Faktor Manusia dalam Karhutla, Temuan Patok Baru Jadi Perhatian

BPBD Samarinda Curigai Faktor Manusia dalam Karhutla, Temuan Patok Baru Jadi Perhatian SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tid

Terparah, Indeks Standar Pencemaran Udara di Kabupaten Kutai Barat Berstatus Berbahaya

Terparah, Indeks Standar Pencemaran Udara di Kabupaten Kutai Barat Berstatus Berbahaya

Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menghadapi situasi darurat pencemaran udara imbas kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer