
Catatan: Faroq Zamzami
(Jurnalis Kaltim Post dan Prokal.co/Anak HI 02)
PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Saya ingin menarik memori ke tahun 2007. Sekitar akhir bulan Juni hingga awal Juli.
Saya sedang berkejaran dengan waktu untuk bisa segera lulus saat itu. Lulus di semestar genap tahun 2007.
Kalau lewat sehari saja saya belum menuntaskan semua yang berkaitan dengan perkuliahan di semester itu, dan masuk ke semester ganjil, maka harus bayar SPP untuk semester baru itu. Lanjut jadi mahasiswa lagi.
Padahal tinggal beberapa hal saja. Yang harusnya mudah saja dilalui karena sudah disusun. Sudah direncanakan. Dan bisa dituntaskan di semester itu. Itulah, sekali lagi bukti ungkapan ini; manusia cuma bisa berencana.
Dan kalau sampai bayar SPP, saya bayar SPP untuk lebih banyak tidak “ngapa-ngapain” di kampus selama enam bulan ke depan. Padahal SPP jurusan saya yang termahal di ilmu sosial politik saat itu. Karena kelas ekstensi.
Program studi baru. Rp 700 ribu per enam bulan. Rata-rata kelas reguler angkatan saya saat itu Rp 300 ribuan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





