Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Kobar Soroti Serapan Anggaran dan Dominasi Belanja Pegawai 

S
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kotawaringin Barat (Dok.Syamsudin/Prokal.co)
Suasana Rapat Paripurna DPRD Kotawaringin Barat (Dok.Syamsudin/Prokal.co)

Advertisement

KOTAWARINGIN BARAT, prokal.co - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat memberikan sejumlah catatan kritis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun 2025.

Dalam rapat paripurna, anggota DPRD Muhammad Syamsuri membacakan rekomendasi resmi lembaga legislatif tersebut, yang menyoroti berbagai persoalan dalam struktur belanja daerah.

Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kotawaringin Barat.

Advertisement

Salah satu sorotan utama DPRD adalah disfungsi perencanaan dan rendahnya serapan pada beberapa pos belanja daerah. Belanja Modal Tanah tercatat tidak terealisasi sama sekali atau 0 persen, yang dinilai sebagai anomali serius dalam pengelolaan anggaran.

Di sisi lain, belanja untuk jalan dan irigasi menunjukkan capaian cukup tinggi, yakni sebesar 89,18 persen, namun tetap belum mampu menutupi ketimpangan pada sektor lainnya.

DPRD juga menyoroti dominasi Belanja Pegawai yang mencapai 90,19 persen atau senilai Rp644,8 miliar.

Advertisement

"Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan obesitas birokrasi, di mana porsi anggaran lebih banyak terserap untuk kebutuhan aparatur dibandingkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini berpotensi menggerus ruang fiskal untuk belanja publik yang lebih produktif," ungkap Syamsuri.

Selain itu, pada pos Belanja Barang dan Jasa, DPRD mencatat adanya peningkatan anggaran dari APBD murni sebesar Rp392,1 miliar menjadi Rp431,06 miliar pada perubahan APBD.

Namun, realisasi anggaran hanya mencapai Rp362,75 miliar, menunjukkan adanya ketidakefisienan dalam pelaksanaan program.

Sementara itu, Belanja Modal Aset Tetap hanya terealisasi sebesar 22,77 persen dari total anggaran Rp2,04 miliar, yang memperlihatkan lemahnya eksekusi program pembangunan.

Advertisement
Editor : Slamet Harmoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

APBD Perubahan Kobar 2026 Tinggal Tunggu Nomor Registrasi

APBD Perubahan Kobar 2026 Tinggal Tunggu Nomor Registrasi

Dokumen anggaran tersebut selanjutnya dikembalikan ke pemerintah provinsi untuk mendapatkan nomor registrasi sebelum diberlakukan secara res

Fraksi Gerindra Kobar: Pokir DPRD Jangan Sekadar Jadi Usulan

Fraksi Gerindra Kobar: Pokir DPRD Jangan Sekadar Jadi Usulan

Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meminta proses pembahasan RAPBD 2027 dilakukan secara terbuka

Pemadaman Bergilir Belum Berakhir, DPRD Kobar Tagih Janji PLN

Pemadaman Bergilir Belum Berakhir, DPRD Kobar Tagih Janji PLN

Janji penyelesaian gangguan listrik pada September ternyata belum sepenuhnya menjadi kenyataan. Pemadaman bergilir masih berlangsung

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer