Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jurgen Klopp Bicara Perburuan Gelar Premier League: Manchester City Itu Seperti Monster dalam Mimpi Buruk

I
Klopp dan pelatih Man City, Pep Guardiola.
Klopp dan pelatih Man City, Pep Guardiola.

Advertisement

PROKAL.CO- Mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, memberikan peringatan keras sekaligus simpati mendalam bagi Mikel Arteta dan skuad Arsenal yang saat ini tengah berjuang habis-habisan dalam persaingan gelar juara Premier League melawan Manchester City. Berbekal pengalaman bertahun-tahun menjadi satu-satunya pesaing utama City, Klopp memaparkan betapa melelahkannya secara mental menghadapi dominasi tim asuhan Pep Guardiola.

Klopp memahami betul adrenalin yang dirasakan Arsenal saat ini, namun ia mengingatkan bahwa performa luar biasa saja terkadang tidak cukup untuk menumbangkan "mesin" bernama City.

"Lihat, saya pernah berada di sana, tepat di posisi Mikel dan anak-anak Arsenal saat ini. Anda sedang terbang, Anda menekan lawan, stadion bergemuruh, para pemain memberikan segalanya—tapi tetap saja, di belakang pikiran Anda, Anda merasakannya. Manchester City ada di sana, seperti monster besar dalam mimpi buruk," ujar Klopp dengan nada serius.

Advertisement

Pria asal Jerman ini menganalogikan persaingan tersebut seperti pelarian yang tak kunjung usai. Menurutnya, satu kesalahan kecil bisa menjadi akhir dari segalanya karena City hampir mustahil untuk terpeleset di momen-momen krusial.

"Anda berlari dan berlari, Anda berpikir 'kali ini berbeda, tahun ini kita akan berhasil', tapi satu kesalahan kecil, satu hasil buruk, satu momen di mana kaki terasa berat... dan saat Anda menoleh ke belakang, mereka sudah bernapas di leher Anda lagi," tambahnya.

Klopp berbicara berdasarkan fakta pahit yang pernah ia alami sendiri bersama Liverpool, di mana perolehan poin yang sangat tinggi pun belum menjamin trofi jatuh ke tangan mereka.

Advertisement

"Ini sangat berisiko, kawan. Saya tahu karena saya menjalaninya—97 poin, 92 poin, tapi tetap saja posisi kedua. Anda bisa tampil brilian selama 35 pertandingan dan pada akhirnya Anda merasa seolah-olah hanya 'menjaga' trofi itu agar tetap hangat untuk mereka. Arsenal melakukan hal-hal luar biasa, tapi untuk mengalahkan mesin City ini, Anda tidak hanya butuh kualitas, Anda butuh kesempurnaan dan sedikit keberuntungan yang terkadang tidak pernah datang," jelas Klopp.

Menutup pernyataannya, Klopp berpesan agar Arteta tetap waspada dan mempersiapkan mental baja hingga detik terakhir kompetisi.

"Mikel harus berhati-hati—hati ingin percaya, tapi kepala tahu betapa berbahayanya posisi ini. Kami mengejar seperti orang gila, kami memberikan segalanya, dan terkadang... sang monster tetap menang," pungkasnya. Pernyataan ini menjadi pengingat bagi publik sepak bola bahwa memenangkan Premier League di era dominasi City bukan sekadar soal taktik, melainkan perang saraf yang sangat melelahkan. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Drama Injury Time! Gol Voli Gakpo Selamatkan Belanda, Debut Xavi & Klopp Berakhir Imbang

Drama Injury Time! Gol Voli Gakpo Selamatkan Belanda, Debut Xavi & Klopp Berakhir Imbang

Cody Gakpo (kanan) mencetak gol penyeimbang Belanda saat pertandingan UEFA Nations League 2026/27 lawan Jerman di Johan Cruyff Arena pada Ju

Keadilan Tak Harus Sama Rata: Rahasia Jurgen Klopp Mengelola Mentalitas Pemain dari Munich hingga Argentina

Keadilan Tak Harus Sama Rata: Rahasia Jurgen Klopp Mengelola Mentalitas Pemain dari Munich hingga Argentina

Mantan manajer legendaris Liverpool, Jurgen Klopp, baru-baru ini membagikan filosofi kepemimpinannya yang unik mengenai cara ia mengelola be

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer