Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Imbas Karhutla, Disdik Berau Mulai Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

R
ILUSTRASI: Disdik Berau akan mengeluarkan langkah antisipasi pembelajaran di sekolah menyusul dampak karhutla dan kondisi cuaca ekstrem di Berau. IZZA/BERAU POST
ILUSTRASI: Disdik Berau akan mengeluarkan langkah antisipasi pembelajaran di sekolah menyusul dampak karhutla dan kondisi cuaca ekstrem di Berau. IZZA/BERAU POST

Advertisement

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan (Disdik) Berau menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di kabupaten ini.

Salah satu opsi yang disiapkan yakni menerapkan belajar dari rumah (BDR) bagi siswa apabila kondisi dinilai sudah berdampak terhadap kegiatan pembelajaran.

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan keputusan tersebut dibahas dalam rapat kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla. Saat ini, surat edaran terkait penerapan BDR masih dalam proses penyusunan.

Advertisement

“Berdasarkan hasil rapat kesiapsiagaan dampak karhutla, untuk sekolah sementara belajar dari rumah (BDR). Sedang proses untuk pembuatan surat edarannya, koordinatornya Diskes (Dinas Kesehatan),” katanya, Jumat (21/8/2026).

Disdik Berau sebelumnya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 800/2978/Umpeg-disdik tentang Penggunaan Masker Selama Penyelenggaraan Pembelajaran pada cuaca ekstrem El Nino yang memicu karhutla.

Advertisement

Surat edaran tersebut masih berlaku sampai diterbitkannya surat edaran baru. Penerapannya akan melihat perkembangan kondisi di lapangan dan dapat diperbarui secara berkala.

Masa berlaku kebijakan akan dievaluasi setiap lima hari.

Penyesuaian dilakukan dengan melihat kondisi cuaca maupun situasi karhutla yang terjadi di wilayah Berau.

Dalam surat edaran itu, seluruh siswa, guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan diwajibkan mengenakan masker selama berada di lingkungan sekolah, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.

Selain itu, sekolah diminta tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar di luar ruang kelas. “Siswa juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dengan membawa tumbler berisi air minum selama mengikuti kegiatan di sekolah,” terangnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BPBD Samarinda Curigai Faktor Manusia dalam Karhutla, Temuan Patok Baru Jadi Perhatian

BPBD Samarinda Curigai Faktor Manusia dalam Karhutla, Temuan Patok Baru Jadi Perhatian

BPBD Samarinda Curigai Faktor Manusia dalam Karhutla, Temuan Patok Baru Jadi Perhatian SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tid

Terparah, Indeks Standar Pencemaran Udara di Kabupaten Kutai Barat Berstatus Berbahaya

Terparah, Indeks Standar Pencemaran Udara di Kabupaten Kutai Barat Berstatus Berbahaya

Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menghadapi situasi darurat pencemaran udara imbas kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Kawasan di Kabupaten Kutai Barat, Jarak Pandang Terbatas   

Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Kawasan di Kabupaten Kutai Barat, Jarak Pandang Terbatas   

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Seperti di Kubar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer