LAS VEGAS – Mantan juara kelas berat ringan UFC, Jiri Prochazka, memberikan reaksi menohok terkait peta persaingan di divisinya setelah pertarungan besar yang melibatkan rival sekaligus juara bertahan, Alex Pereira. Petarung asal Republik Ceko ini secara terbuka menyentil Magomed Ankalaev sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Pereira.
Dalam sebuah sesi wawancara terbaru, Prochazka mengungkapkan rasa puasnya melihat hasil laga terakhir Pereira. Namun, kepuasan tersebut bukan semata-mata karena hubungan personal, melainkan karena rasa muak terhadap komentar-komentar yang dilontarkan oleh petarung Rusia, Magomed Ankalaev.
Prochazka tidak menahan diri saat membahas Ankalaev. Ia menyebut berbagai pernyataan yang dikeluarkan penantang asal Dagestan itu terhadap dirinya sebagai "omong kosong" belaka. Kemenangan Pereira atas Ankalaev atau calon lawannya dianggap Prochazka sebagai jawaban yang tepat atas kesombongan sang rival.
"Ankalaev bicara banyak omong kosong tentang saya, jadi saya merasa senang dia (Alex) menang," tegas Prochazka dengan nada dingin.
Bagi Prochazka, perilaku Ankalaev di luar oktagon tidak sebanding dengan pembuktian di dalam arena, sehingga ia merasa lega ketika "mulut besar" sang rival berhasil diredam oleh performa juara bertahan.
Menariknya, meski pernah dikalahkan dua kali oleh Alex "Poatan" Pereira, Prochazka justru menunjukkan sikap ksatria dengan memuji sang juara. Ia mengaku terkesan dengan mentalitas petarung asal Brasil tersebut yang tetap haus akan kemenangan meski sudah berada di puncak karier. "Saya sedikit bangga dengan penampilan Alex karena saya melihat Alex yang sangat lapar," ungkap Prochazka.
Pengakuan ini menunjukkan rasa hormat yang mendalam antara dua petarung elit tersebut. Prochazka melihat bahwa semangat juang yang ditunjukkan Pereira adalah sesuatu yang patut diapresiasi, terlepas dari sejarah rivalitas mereka yang panas di dalam oktagon.
Pernyataan Prochazka ini seolah menjadi sinyal bahwa dirinya terus memantau pergerakan di puncak kelas berat ringan. Dengan meredam kritik dari Ankalaev dan tetap mengakui kehebatan Pereira, Prochazka tampak sedang membangun momentum mental untuk kembali bersaing memperebutkan sabuk juara yang pernah melingkar di pinggangnya.
Bagi para penggemar UFC, drama di kelas 205 pon ini semakin menarik. Rivalitas segitiga antara Pereira, Prochazka, dan Ankalaev diprediksi akan terus memanas, terutama dengan adanya bumbu-bumbu perang urat saraf yang semakin terbuka di media sosial maupun sesi wawancara resmi. (*)
Editor : Indra Zakaria