LAS VEGAS – Bos UFC, Dana White, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan polemik yang melibatkan dua juara besarnya, Islam Makhachev dan Ilia Topuria. White secara tegas membantah narasi yang menyebut bahwa batalnya duel mereka disebabkan oleh tuntutan finansial yang berlebihan dari kubu Topuria.
Sebelumnya, Islam Makhachev sempat melontarkan klaim bahwa "El Matador" menolak tawaran bertarung di ajang khusus UFC White House karena meminta bayaran yang dianggap tidak masuk akal. Pernyataan ini sempat memicu kegaduhan di kalangan penggemar MMA, mengingat keduanya merupakan petarung pound-for-pound terbaik saat ini.
Dalam sesi konferensi pers terbaru, Dana White mengklarifikasi bahwa kegagalan kesepakatan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan masalah uang. White menegaskan bahwa alasan di balik batalnya laga tersebut jauh lebih teknis dan situasional daripada sekadar negosiasi kontrak.
"Ilia tidak pernah menolak pertarungan karena uang. Itu sama sekali tidak benar," ujar White. "Ada banyak faktor yang terjadi di balik layar saat menyusun kartu pertandingan seperti ini, terutama untuk ajang unik di White House, namun masalah finansial bukanlah salah satunya."
Klarifikasi dari White ini muncul setelah ibu dari Ilia Topuria juga sempat memberikan pembelaan, dengan menyatakan bahwa rencana pertarungan sebenarnya sudah hampir matang sebelum pihak Makhachev dikabarkan mengalami cedera.
Kubu Topuria bersikeras bahwa mereka siap menghadapi siapa pun, sementara pihak Makhachev melalui manajernya, Ali Abdelaziz, sempat memberikan indikasi bahwa Topuria-lah yang membuat negosiasi menjadi sulit.
Meskipun laga di UFC White House ini gagal terwujud, Dana White tetap memberikan sinyal bahwa pertemuan antara sang juara kelas bulu dan raja kelas ringan tersebut tetap menjadi salah satu agenda besar UFC di masa depan.
Saat ini, fokus UFC adalah memastikan kedua petarung berada dalam kondisi fisik yang prima sebelum menentukan jadwal baru. Dengan bantahan resmi dari White ini, tensi antara kedua kubu diprediksi akan semakin memanas, memperbesar daya tarik jika nantinya mereka benar-benar dipertemukan di dalam oktagon. (*)
Editor : Indra Zakaria