PROKAL.CO– Teka-teki masa depan Luca Marini di kasta tertinggi balap motor dunia, MotoGP, mulai menemui titik terang yang kurang menguntungkan. Pembalap asal Italia tersebut dikabarkan tidak lagi masuk dalam rencana jangka panjang Honda untuk musim 2027, saat regulasi mesin baru mulai diberlakukan.
Marini, yang kini berusia 28 tahun, menjadi salah satu pembalap yang masa kontraknya akan habis pada pengujung musim 2026. Meskipun adik tiri Valentino Rossi ini dikenal sebagai pembalap yang cerdas secara teknis dan mampu menunjukkan konsistensi dalam meraih poin bersama motor RC213V, raihan podium dan kemenangan yang minim menjadi ganjalan utama bagi dirinya untuk bertahan.
Laporan dari Speedweek menyebutkan bahwa pintu bagi Marini di lingkungan Honda, baik di tim pabrikan maupun satelit, sudah tertutup rapat. Hal ini dipicu oleh manuver strategis Honda yang telah mengamankan tanda tangan mantan juara dunia, Fabio Quartararo, untuk musim 2027.
Kehadiran Quartararo secara otomatis mengunci satu kursi utama di tim pabrikan. Sementara itu, satu posisi lainnya santer dikabarkan bakal menjadi milik talenta muda yang tengah naik daun, David Alonso. Di sisi lain, tim satelit LCR Honda pun dilaporkan sudah memiliki komitmen dengan Johann Zarco dan pembalap muda Diogo Moreira, yang membuat posisi Marini kian terdesak.
Dengan hilangnya opsi di Honda, Marini kini mulai melirik peluang di pabrikan Jepang lainnya, Yamaha. Tim berlogo garpu tala tersebut saat ini masih menyisakan satu slot kosong. Posisi utama di Yamaha diproyeksikan akan diisi oleh Jorge Martin, yang menggantikan peran Quartararo.
Namun, jalan menuju Yamaha pun tidak sepenuhnya mulus bagi Marini. Negosiasi antara pihak Marini dan Yamaha disebut-sebut baru akan intensif dilakukan setelah target utama Yamaha, Francesco Bagnaia, secara mengejutkan lebih memilih bergabung dengan Aprilia.
Meski performanya di lintasan balap belum menghasilkan kemenangan, sejumlah pengamat MotoGP menilai Marini tetap memiliki nilai tawar yang tinggi. Kemampuannya dalam memberikan masukan teknis yang mendalam serta perannya sebagai pembalap pengembang motor sangat dibutuhkan oleh tim seperti Yamaha.
Di tengah keterpurukan performa pabrikan Jepang dalam beberapa musim terakhir, sosok pengembang yang teliti seperti Marini bisa menjadi aset berharga untuk membangun motor kompetitif di era baru mesin MotoGP 2027 kelak. Kini, keputusan akhir berada di tangan manajemen Yamaha untuk menentukan apakah pengalaman teknis Marini layak mengisi grid mereka di masa depan. (*)
Editor : Indra Zakaria