LAS VEGAS – Ketegangan antara raja kelas ringan UFC, Islam Makhachev, dan pemegang sabuk kelas bulu, Ilia Topuria, semakin memanas. Islam akhirnya angkat bicara untuk menanggapi berbagai pernyataan Topuria yang dianggapnya hanya sekadar bualan untuk menutupi fakta yang sebenarnya terjadi di balik meja perundingan.
Petarung asal Dagestan itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghindari tantangan. Sebaliknya, Islam mengklaim sudah menerima tawaran untuk menghadapi Topuria dalam sebuah gelaran prestisius yang direncanakan berlangsung di Gedung Putih, Amerika Serikat. Namun, laga impian tersebut kandas bukan karena pihaknya.
"Saya sudah bosan mendengar cerita-cerita palsu dari Topuria dan timnya. Saya menerima tawaran dan menerima pertarungan di Gedung Putih. Keesokan harinya, muncul kabar bahwa dia meminta bayaran yang tidak realistis. UFC menolaknya, dan dia mengundurkan diri. Begitulah ceritanya, tidak lebih dari itu," tegas Islam dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Islam juga menyebut bahwa klaimnya ini bukan sekadar pembelaan diri sepihak, melainkan sudah dikonfirmasi oleh pihak manajemen sang lawan sendiri. Ia menilai Topuria terus berusaha membangun narasi yang berbeda di setiap kesempatan wawancara untuk menjaga citranya di depan publik.
"Bahkan manajernya pun membenarkannya. Ilia, berhenti bicara. Kamu selalu menceritakan kisah yang berbeda di setiap wawancara. Kamulah yang menderita, dan kamu tahu itu," tambah rekan setim Khabib Nurmagomedov tersebut.
Perselisihan ini bermula dari ambisi Ilia Topuria untuk meraih sabuk juara di dua kelas berbeda (double champ). Topuria sering melontarkan kritik pedas terhadap gaya bertarung Islam dan mengeklaim bahwa dirinya adalah sosok yang paling ditakuti di divisi ringan saat ini.
Namun, dengan kegagalan negosiasi akibat permintaan nilai kontrak yang dianggap selangit oleh UFC, laga superfight ini tampaknya harus tertunda. Islam kini lebih memilih fokus pada penantang di divisinya sendiri, sementara ia meminta Topuria untuk berhenti berhalusinasi dan menghadapi kenyataan bahwa peluang tersebut hilang karena tuntutannya sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ilia Topuria belum memberikan tanggapan resmi terkait sindiran menohok dari Islam Makhachev tersebut. Para penggemar MMA dunia kini menantikan apakah UFC akan mencoba menjadwalkan ulang laga ini dengan nilai kontrak yang lebih masuk akal. (*)
Editor : Indra Zakaria