PROKAL.CO- Dunia tinju kembali diguncang oleh perselisihan status laga antara dua legenda hidup, Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather. Menjelang pertemuan kedua mereka yang dijadwalkan berlangsung di The Sphere, Las Vegas, pada September 2026 mendatang, Pacquiao secara tegas membantah klaim sepihak Mayweather yang menyebut pertarungan tersebut hanyalah ajang hiburan atau ekshibisi.
Pacquiao menyatakan bahwa kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak adalah untuk sebuah pertandingan tinju profesional yang sah secara sanksi. Baginya, status laga ini sangat krusial untuk menjaga integritas kompetisi dan memenuhi ekspektasi para penggemar yang menginginkan pertarungan tingkat tinggi, bukan sekadar pertunjukan tanpa pemenang mutlak.
"Saya ingin menjelaskan dengan sangat jelas bahwa kontrak yang kami tandatangani adalah untuk pertandingan tinju profesional. Ini bukan ekshibisi; ini adalah pertarungan sesungguhnya," tegas Pacquiao menanggapi polemik yang berkembang.
Kontroversi ini mencuat setelah Mayweather mengeluarkan pernyataan yang cenderung melunakkan tensi pertandingan. Petinju berjuluk Money tersebut sempat berujar bahwa keduanya adalah pemenang dalam laga nanti karena fokus utama mereka hanyalah menghibur penonton. Namun, sudut pandang ini ditolak mentah-mentah oleh kubu Pacquiao yang merasa komitmen awal adalah menghadirkan duel kompetitif yang masuk dalam catatan rekor resmi.
Senada dengan sang petinju, CEO Manny Pacquiao Promotions, Jas Mathur, bahkan melontarkan kritik pedas terhadap sikap Mayweather. Ia menilai pihak Mayweather telah menyimpang dari butir-butir kontrak yang telah disepakati sejak awal. Menurutnya, pernyataan Mayweather yang menyebut laga tersebut hanya ekshibisi merupakan bentuk pelanggaran kontrak secara resmi.
Rencana duel ulang yang akan disiarkan secara eksklusif oleh platform Netflix ini diprediksi akan kembali menjadi salah satu laga dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah tinju, mengulang kesuksesan pertemuan pertama mereka satu dekade silam. Dengan penegasan dari pihak Pacquiao, tensi menuju The Sphere dipastikan akan semakin memanas seiring tuntutan kepastian status laga yang kompetitif bagi publik tinju dunia.(*)
Editor : Indra Zakaria