PROKAL.CO- Rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang menuntut pemakzulan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, kini tengah menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat Samarinda. Menanggapi situasi yang mulai memanas, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kaltim segera mengambil langkah proaktif dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas dan keamanan daerah. Langkah ini dianggap krusial demi memastikan denyut nadi aktivitas ekonomi dan sosial warga tidak terganggu oleh gejolak politik.
Ketua FPK Kaltim, Syaharie Jaang, menegaskan bahwa kerukunan yang dinikmati masyarakat Bumi Etam saat ini adalah hasil perjuangan panjang dalam merawat perbedaan suku dan budaya. Mantan Wali Kota Samarinda dua periode ini mengingatkan bahwa Kaltim adalah "rumah besar" bagi semua orang, sehingga menjaga kedamaian di dalamnya merupakan tanggung jawab kolektif. Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat memang dijamin oleh undang-undang, namun penggunaannya tidak boleh dilakukan secara serampangan.
Syaharie Jaang mengibaratkan penyampaian aspirasi seperti berkendara di jalan raya; ada aturan dan rambu yang wajib dipatuhi agar tidak mencelakai orang lain. Ia mengimbau agar para peserta aksi tidak bersikap ugal-ugalan, merusak fasilitas umum, apalagi bertindak anarkis. Pesan tegas ini disampaikannya karena menyadari bahwa sekali konflik pecah, upaya untuk memadamkannya jauh lebih sulit dan memakan waktu lama dibanding memicu api keributan itu sendiri.
Senada dengan sang ketua, Sekretaris FPK Kaltim, Achmad Jubaidi, mendorong agar setiap persoalan diselesaikan melalui meja musyawarah dan kebijaksanaan. Menurutnya, cara-cara yang bermartabat jauh lebih efektif dalam mencapai solusi ketimbang terjebak dalam provokasi yang hanya akan merugikan khalayak luas. FPK Kaltim juga menyoroti nasib masyarakat kecil—mulai dari pedagang kaki lima hingga pekerja harian—yang paling terdampak secara ekonomi dan keamanan jika kerusuhan benar-benar terjadi.
Pada akhirnya, seruan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga Kalimantan Timur untuk tetap mengedepankan sikap saling menghormati di tengah perbedaan aspirasi politik. Dengan menjaga ketenangan, Kaltim diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman bagi setiap jiwa yang berteduh di bawah naungan persaudaraan, menjauhkan daerah dari potensi konflik yang dapat merusak tatanan sosial yang telah terjaga selama ini. (*)
Editor : Indra Zakaria