Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Teror "Tamu Tak Diundang": Samarinda Dikepung Ular, Sehari Bisa 5 Kali Petugas Turun Tangan

Redaksi Prokal • Sabtu, 11 April 2026 - 10:00 WIB
Petugas Disdamkarmat Samarinda saat menangkap ular yang masuk ke permukiman dan membuat warga resah. (Ist)
Petugas Disdamkarmat Samarinda saat menangkap ular yang masuk ke permukiman dan membuat warga resah. (Ist)

SAMARINDA – Warga Kota Samarinda kini harus ekstra waspada terhadap keberadaan "tamu tak diundang" di dalam hunian mereka. Fenomena masuknya berbagai jenis ular ke permukiman penduduk tengah menjadi ancaman serius yang meresahkan. Mulai dari jenis Piton atau Sawa Batik yang berukuran besar hingga King Kobra yang mematikan, dilaporkan kian sering menyusup ke ruang-ruang privat warga.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda mencatat adanya lonjakan laporan evakuasi yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sehari, petugas Rescue rata-rata harus menangani 4 hingga 5 titik lokasi temuan ular. Staf Bidang Pemadam dan Penyelamatan Disdamkarmat Samarinda, Ichwan Wahyudin, menjelaskan bahwa perilaku agresif ular ini sangat dipengaruhi oleh anomali cuaca yang tidak menentu.

"Setiap hari ada saja warga yang melapor. Kalau cuaca lagi panas, ular mencari tempat lembap. Sebaliknya, saat hujan lebat, mereka mencari tempat kering agar tidak terendam," ungkap Ichwan Wahyudin memaparkan alasan di balik teror melata tersebut.

Plafon Rumah Jadi Jalur Favorit Predator

Jenis ular yang ditemukan di lapangan pun sangat beragam, mencakup ular daun hingga King Koros yang dikenal memiliki gerakan lincah. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah kemunculan ular berbisa tinggi seperti Kobra. Ichwan memaparkan bahwa ular tidak memiliki sarang tetap dan akan terus berpindah tempat demi mencari sumber makanan. Faktor inilah yang menyebabkan hewan tersebut sering ditemukan merayap hingga ke plafon rumah warga demi mengejar mangsa seperti tikus atau mencari suhu yang nyaman.

Langkah Antisipasi Menghadapi Ancaman

Sebagai langkah pencegahan, Disdamkarmat membagikan beberapa tips praktis bagi masyarakat untuk meminimalisir risiko masuknya ular ke dalam rumah. Warga diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan segera menyingkirkan tumpukan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat lembap dan gelap.

Selain itu, penggunaan cairan pembersih lantai dengan aroma menyengat sangat disarankan karena ular cenderung menghindari bau kimia yang kuat. Jika warga berpapasan dengan ular, Ichwan menekankan agar tetap tenang dan tidak mencoba melakukan penanganan secara mandiri jika tidak memiliki keahlian khusus. "Lakukan pemantauan agar tahu posisi pergerakannya sementara menunggu petugas datang. Ular yang kami amankan nantinya akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman," tambah Ichwan. 

Selain menangani ancaman ular, Disdamkarmat Samarinda juga terus bersiaga merespons laporan terkait hewan liar lainnya seperti biawak, monyet, hingga evakuasi sarang tawon guna menjamin keamanan seluruh warga Kota Tepian. (*)

Editor : Indra Zakaria
#ular