PROKAL.CO- Dunia pendidikan Kalimantan Timur patut berbangga. Lathifah Azmi, siswi kelas 12 SMAN 10 Samarinda yang baru menginjak usia 17 tahun, berhasil menorehkan prestasi fenomenal dengan mengantongi 11 Letter of Acceptance (LoA) atau surat penerimaan dari berbagai universitas ternama di luar negeri.
Pencapaian luar biasa ini tidak datang begitu saja. Lathifah sempat menghadapi keraguan dari orang tuanya terkait rencana studi ke luar negeri. Namun, titik balik muncul saat sekolahnya terlibat dalam program Sekolah Garuda Transformasi dari Kemendiktisaintek. Program tersebut berhasil membuka wawasan keluarga hingga akhirnya memberikan restu penuh bagi Lathifah untuk mengejar mimpi internasionalnya.
"Dari situ orang tua mulai luluh dan akhirnya mengizinkan saya kuliah ke luar negeri," ujar Lathifah saat diwawancarai, Minggu (5/4).
Melalui persiapan yang matang—mulai dari riset kampus, strategi pendaftaran, hingga perjuangan menembus skor IELTS—Lathifah berhasil diterima di deretan kampus bergengsi seperti Monash University dan University of Western Australia (UWA). Dari sebelas tawaran yang ada, gadis yang hobi menonton anime ini mengaku paling terpikat pada bidang Aerospace Engineering atau Teknik Dirgantara.
Baginya, dinamika belajar yang berhubungan dengan mesin dan aktivitas lapangan menjadi daya tarik utama. Saat ini, alumni SMPIT Cordova tersebut bahkan masih menunggu satu pengumuman lagi dari kampus impiannya, Pennsylvania State University di Amerika Serikat.
Menariknya, sosok Lathifah bukan hanya unggul di bidang akademik teknik yang maskulin. Anak tunggal dari pasangan Muhamad Erwin Agus Alimadi dan Eva Farisah ini ternyata juga merupakan seorang penghafal Al-Qur'an. Keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan spiritualitas inilah yang membentuk karakter kuatnya dalam menghadapi tantangan, termasuk saat ia harus jatuh bangun memperbaiki skor IELTS-nya.
Meski sudah memiliki tiket ke luar negeri, Lathifah tetap rendah hati dengan menyiapkan rencana cadangan di dalam negeri, yakni di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Baginya, di mana pun ia menimba ilmu, tujuan akhirnya tetaplah pengabdian.
"Kesempatan ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk bangsa. Ilmu yang kami dapatkan pasti akan kami kembalikan untuk Indonesia," tegasnya dengan penuh semangat.
Lathifah berharap dukung pemerintah terhadap akses pendidikan internasional bagi generasi muda terus diperkuat. Dengan target melanjutkan studi hingga jenjang magister, ia kini menjadi simbol generasi muda Kalimantan Timur yang siap bersaing dan bersinar di kancah global. (*)
Daftar 11 Kampus Luar Negeri yang Menerima Lathifah Azmi:
Monash University - Bachelor of Engineering (Honours)
University of Western Australia (UWA) - Automation and Robotics Engineering
Curtin University - Mechatronics Engineering & Mining Engineering
Deakin University - Bachelor of Engineering (Honours)
Macquarie University - Mechatronics Engineering
University of Nevada, Reno - Mining Engineering
Iowa State University - Agricultural Engineering
Arizona State University - Aerospace Engineering
University of British Columbia (UBC) - Bachelor of Arts
Massey University - Food Process Engineering
Editor : Indra Zakaria