SAMARINDA – Meski gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) masih menyisakan waktu, mesin politik DPD Partai Golkar Kalimantan Timur mulai menunjukkan pergerakan signifikan. Partai berlambang pohon beringin ini secara terbuka mulai memunculkan sejumlah nama kader potensial untuk bertarung memperebutkan kursi Wali Kota Samarinda.
Sekretaris DPD Golkar Kaltim, M. Husni Fachruddin, mengungkapkan bahwa dinamika internal partai kini mulai mengerucut pada beberapa figur kuat. Dua nama yang mencuat ke permukaan adalah Hasanuddin Mas’ud dan Andi Satya Adi Saputra. Munculnya nama-nama yang saat ini duduk di kursi legislatif tersebut dinilai sebagai langkah strategis Golkar untuk menempatkan figur dengan elektabilitas tinggi di ibu kota Kaltim.
Pria yang akrab disapa Ayub ini menjelaskan bahwa Golkar memiliki standar tinggi dalam menentukan bakal calon kepala daerah. Baginya, jabatan struktural seperti Ketua DPD di tingkat kabupaten/kota bukan sekadar posisi organisatoris, melainkan sebuah mandat untuk maju dalam kontestasi politik.
“Ketua Golkar di kabupaten/kota harus siap menjadi calon kepala daerah. Itu salah satu syaratnya. Kalau tidak siap maju, tidak kami dorong menjadi ketua,” tegas Ayub.
Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Ayub, sosok ketua merupakan pemegang kendali utama mesin partai. Jika pemimpin organisasi tersebut yang turun langsung dalam laga Pilkada, maka koordinasi dan mobilisasi dukungan politik di akar rumput diyakini akan berjalan jauh lebih efektif dan maksimal.
Terkait potensi Andi Satya Adi Saputra dan Hasanuddin Mas’ud, Ayub tidak menampik bahwa keduanya memiliki peluang besar. Namun, ia menekankan bahwa keputusan final akan sangat bergantung pada dinamika pemilihan Ketua DPD Golkar di daerah setempat.
“Siapa yang terpilih menjadi Ketua Golkar di kabupaten/kota, dialah yang akan kami usung sebagai calon kepala daerah. Itu prinsipnya,” pungkasnya menutup pembicaraan.
Langkah awal Golkar Kaltim ini seolah memberi sinyal kepada lawan politik bahwa mereka tidak ingin sekadar menjadi penonton, melainkan siap menggerakkan seluruh kekuatan internal demi merebut posisi Samarinda Satu di masa mendatang. (mrf/beb)
Editor : Indra Zakaria