Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Stok Sapi Kurban di Kabupaten PPU Diklaim Aman, Termahal Harganya Capai Rp 100 Juta Per Ekor 

Redaksi • Rabu, 15 April 2026 - 10:26 WIB
Ristu Pramula
Ristu Pramula

PROKAL.CO, PENAJAM– Menjelang Iduladha 2026, ketersediaan hewan kurban, khususnya sapi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam kondisi aman.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian (Distan) PPU, Ristu Pramula, menyebut setidaknya terdapat empat kelompok peternak lokal yang telah menyatakan kesiapannya untuk menyuplai kebutuhan sapi kurban bagi masyarakat. 

Baca Juga: Dua Orang di Kecamatan Long Ikis Ini Timbun BBM Bersubsidi, Saat Diungkap Polisi Segini Jumlahnya

Empat kelompok peternak itu tersebar di beberapa titik strategis. Seperti di Sesumpu, Giri Mukti, dan Sidorejo.

"Masing-masing kelompok tersebut saat ini mengelola sekitar 30 ekor sapi bakalan. Sapi yang melalui tahap proses penggemukan," kata Ristu, Senin (13/4/2026).

Meski angka saat  ini terlihat kecil, dirinya menjelaskan, jumlah tersebut baru mencakup laporan dari kelompok binaan, belum termasuk sapi-sapi dari masyarakat sekitar maupun pedagang musiman dari luar daerah yang biasanya baru akan masuk menjelang Lebaran Haji.

"Jika dibandingkan tahun sebelumnya, total sapi yang disiapkan mencapai angka yang jauh lebih besar, yakni sekitar 1.300 ekor," ujarnya.

Baca Juga: Waktu Tunggu Naik Haji di Kabupaten PPU Terpangkas 10 Tahun, Kini Ada 3.500-an Orang Menanti  

Terkait harga, Ristu memprediksi akan ada kenaikan, tapi pastinya belum dapat dikalkulasi karena para pedagang besar belum sepenuhnya menyuplai hewan ke lokasi. Menurut data tahun lalu, harga sapi di pasaran sangat bervariasi bergantung jenis dan bobotnya.

Untuk jenis sapi Bali,  berkisar antara Rp 17 juta hingga Rp 30 juta per ekor. Sedangkan sapi persilangan (sapi kawinan) bisa mencapai harga Rp 100 ribu per kilogramnya dikali berat timbangan.

"Sementara sapi premium (bantuan Presiden) dengan bobot sekitar 800 kilogram hingga 900 kilogram, harga per kilogramnya diestimasikan sekitar Rp 120.000, yang jika ditotal bisa mencapai angka kurang - lebih Rp 100-an juta," katanya. 

Meskipun hingga saat ini belum ada koordinasi resmi dari pedagang luar atau musiman, pemantauan di lapangan terus dilakukan. "Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, jumlah sapi yang masuk dari luar daerah bisa mencapai 250 hingga 300 ekor," ujarnya.

Ditambahkan Ristu, seluruh sapi yang masuk, terutama dari luar daerah, wajib melalui proses karantina di wilayah masing - masing untuk menjamin kondisi kesehatan hewan sebelum sampai ke PPU.

Baca Juga: Tiket Pesawat "Terbang Tinggi" Lewati Nalar: Rakyat Menjerit, Subsidi Triliunan Menguap Jadi Angin Lalu?

"Untuk vaksinasi sapi bakalan di PPU juga telah digencarkan sejak akhir tahun lalu. Seperti vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dan vaksin jembrana yang diberikan khusus untuk jenis sapi Bali" ucapnya.

Sementara itu, untuk menjamin aspek syar'i dan kualitas pemotongan, rumah potong hewan (RPH) telah menyiapkan tiga orang juru sembelih halal (Juleha). Ketiga petugas ini telah mengantongi sertifikat resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Disinggung terkait sistem pengupahan, para Juleha ini masuk ke dalam kategori PPPK paruh waktu yang honornya telah dialokasikan dalam anggaran operasional RPH dan masuk di Distan PPU. (ami/far)

Editor : Faroq Zamzami
#idul adha #sapi kurban #Penajam Paser Utara (PPU)