Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Temukan Rehabilitasi Sawah Lambat, Mentan Amran Ultimatum Satu Bulan Tuntas 

Redaksi • Rabu, 15 April 2026 - 08:50 WIB
TEMUAN: Mentan RI, Andi Amran Sulaiman (dua kanan), menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana saat di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Selasa, 14 April 2026.
TEMUAN: Mentan RI, Andi Amran Sulaiman (dua kanan), menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana saat di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Selasa, 14 April 2026.

PROKAL.CO, PADANG PARIAMAN-Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana saat meninjau langsung lokasi di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Selasa (14/4/2026). 

Meski anggaran rehabilitasi telah tersedia sejak awal tahun, proses pemulihan di lapangan dinilai belum berjalan optimal.

Baca Juga: Sidang Bom Molotov: Kuasa Hukum Terdakwa Bawa Saksi Meringanka, Sebut Terdakwa Niko Hendro Tulang Punggung Keluarga

Mentan Amran menegaskan, pemerintah pusat telah bergerak cepat sejak awal bencana terjadi, termasuk menyalurkan berbagai bantuan untuk percepatan pemulihan sektor pertanian. 

Namun, ia menyayangkan implementasi di daerah yang masih tersendat akibat persoalan birokrasi dan koordinasi.

“Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera kolaborasi menyelesaikan dalam waktu singkat. Tapi yang kami lihat di lapangan masih lambat,” kata Mentan Amran.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran besar untuk pemulihan di wilayah terdampak. Untuk rehabilitasi sawah rusak seluas sekitar 7.000 hektare di Sumatra Barat, seluruh pembiayaan menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Khusus Sumatra Barat, bantuan dari Kementerian Pertanian mencapai Rp 455 miliar. Jadi tidak ada alasan untuk lambat,” ujarnya.

Baca Juga: Akses Terputus Sejak Merdeka, 35 Km Jalan Negara di Perbatasan RI-Malaysia Rusak Parah

Mentan Amran menilai, lambannya penanganan lebih disebabkan oleh rantai birokrasi yang terlalu panjang serta lemahnya komunikasi antarlevel pemerintahan. 
Padahal, menurutnya, pencairan anggaran dari pusat telah dilakukan secara cepat begitu permintaan daerah disampaikan.

“Pusat begitu ada permintaan langsung kami cairkan. Tapi di bawah ini mungkin masih berproses terlalu lama. Ini yang harus diperbaiki,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Mentan Amran memberikan peringatan tegas kepada jajaran pemerintah daerah agar segera mempercepat pekerjaan di lapangan. Ia meminta seluruh proses rehabilitasi sawah dapat diselesaikan dalam waktu maksimal satu bulan.

“Tadi sudah berjanji satu bulan selesai. Kalau tidak serius, bantuan berikutnya saya tarik kembali ke pusat dan kita pindahkan ke daerah yang lebih siap,” tegasnya.

Ia bahkan menekankan bahwa penanggung jawab kegiatan di lapangan harus memastikan pekerjaan berjalan tanpa jeda hingga tuntas. “Penanggung jawab jangan pulang sebelum selesai. Ini peringatan terakhir,” imbuhnya.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran juga menyoroti fakta di lapangan bahwa sebagian petani baru mulai menggarap sawah pada hari kunjungan berlangsung. Hal ini semakin memperkuat indikasi lambatnya respons penanganan pascabencana.

“Jangan sampai alat berat turun hanya saat kita datang. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita ini pelayan rakyat, tugas kita memastikan mereka bisa segera kembali tanam dan berproduksi,” ujarnya.

Baca Juga: Liverpool Tersingkir di Liga Champions, Mo Salah Sampaikan Permohonan Maaf Menyayat

Meski demikian, Mentan Amran memastikan pemerintah tetap berkomitmen penuh dalam memulihkan seluruh lahan pertanian terdampak. Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahwa seluruh sawah yang rusak akan direhabilitasi hingga dapat kembali produktif.

“Insyaallah seluruh sawah rusak menjadi tanggung jawab pemerintah untuk diselesaikan. Tapi daerah juga harus gerak cepat,” katanya.

Sebagai bagian dari percepatan, Kementerian Pertanian juga mengerahkan berbagai dukungan, termasuk bantuan alat dan mesin pertanian, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Kementerian PU untuk mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi.

Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa pemerintah tidak hanya hadir dengan bantuan, tetapi juga memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan cepat dan tepat sasaran, agar petani terdampak dapat segera bangkit dan kembali berproduksi. (*)

Editor : Faroq Zamzami
#bencana #andi amran sulaiman #padang pariaman #Mentan RI Andi Amran Sulaiman