Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Babak Baru Pentagon-Jakarta: Kemitraan MDCP Perkokoh Perisai Keamanan Kawasan

Redaksi Prokal • Selasa, 14 April 2026 - 12:28 WIB
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) dan Menhan AS Pete Hegseth memberi hormat dalam upacara penyambutan di Pentagon, Virginia, Amerika Serikat, Senin (13/4/2026). (ANTARA/HO-US Dept. of Defense via US Embassy Jakarta)
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) dan Menhan AS Pete Hegseth memberi hormat dalam upacara penyambutan di Pentagon, Virginia, Amerika Serikat, Senin (13/4/2026). (ANTARA/HO-US Dept. of Defense via US Embassy Jakarta)

 

WASHINGTON D.C. – Atmosfer diplomasi di Pentagon terasa kian hangat saat Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyambut kedatangan Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Pertemuan ini menandai tonggak sejarah baru dengan diresmikannya Major Defense Cooperation Partnership (MDCP), sebuah kesepakatan strategis yang dirancang untuk membawa hubungan pertahanan kedua negara ke level yang lebih tinggi.

"Kemitraan ini mencerminkan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita, memperkuat daya tangkal kawasan, serta memajukan komitmen bersama terhadap perdamaian melalui kekuatan," tegas Hegseth saat menerima kunjungan Menhan RI di Markas Besar Departemen Pertahanan AS tersebut.

Baca Juga: Tegaskan Kedaulatan Udara, Indonesia Tolak Bantu AS dalam Eskalasi Konflik Iran

Sinergi Militer yang Kian Agresif dan Terukur

Kekuatan hubungan keamanan ini tecermin dari intensitas kolaborasi di lapangan yang terus melonjak. Saat ini, tercatat lebih dari 170 latihan militer bersama digelar setiap tahunnya antara angkatan bersenjata AS dan Indonesia. Hegseth menilai bahwa frekuensi latihan yang tinggi ini adalah bukti nyata bahwa hubungan kedua negara sangat dinamis.

"Kunjungan Anda menunjukkan pentingnya hubungan keamanan yang terus berkembang, serta aktif dan bertumbuh antara Departemen Pertahanan AS dan Indonesia," ujar Hegseth kepada Sjafrie Sjamsoeddin.

Kerja sama MDCP ini berdiri tegak di atas tiga pilar utama yang menjadi fokus pengembangan ke depan: modernisasi militer dan pembangunan kapasitas pertahanan, pendidikan serta pelatihan militer profesional, dan keberlanjutan latihan operasional serta kolaborasi taktis di lapangan.

Di luar urusan strategi tempur, Pentagon memberikan apresiasi mendalam atas bantuan Indonesia dalam misi kemanusiaan terkait sisa-sisa Perang Dunia II. Amerika Serikat merasa sangat terbantu dengan keterbukaan Indonesia dalam upaya pencarian personel yang hilang puluhan tahun silam. "Saya menghargai dukungan berkelanjutan Anda dalam membantu Amerika Serikat menemukan, memulangkan, dan melindungi jenazah prajurit kami yang bertempur bersama Indonesia selama Perang Dunia II," ungkap Hegseth penuh apresiasi.

Kesepakatan MDCP ini diharapkan dapat mempermudah langkah satuan khusus Departemen Pertahanan AS dalam melanjutkan tugas mulia mereka. Menutup pertemuan tersebut, Hegseth optimis bahwa kerja sama ini adalah awal dari sebuah langkah besar bagi kedua negara.  

"Ini adalah awal dari babak baru dan misi bersama bagi negara-negara besar kita," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Sjafrie Sjamsoeddin