Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sering Overthinking dan Gampang Baper? Terapkan 4 Hukum Psikologi Ini untuk Ubah Hidup Anda

Indra Zakaria • Kamis, 9 April 2026 - 13:56 WIB
ilustrasi AI
ilustrasi AI

PROKAL.CO– Overthingking dan baper sangat tak nyaman dan bikin lelah. Nah ada "resep" kesehatan mental bagi mereka yang sering merasa lelah dengan tekanan hidup, mudah terbawa perasaan (baper), hingga terjebak dalam pola pikir berlebihan (overthinking).

Utas yang telah dilihat lebih dari 170 ribu kali tersebut membedah empat aturan psikologi manusia yang dianggap mampu mengubah cara seseorang menghadapi masalah sehari-hari. Berikut adalah rangkuman empat hukum psikologi tersebut:

1. Aturan 90 Detik (The 90-Second Rule)

Berdasarkan teori dari pakar saraf Jill Bolte Taylor, reaksi kimia emosi di dalam tubuh—baik itu marah, sedih, maupun kecewa—sebenarnya hanya bertahan selama 90 detik.

Setelah waktu tersebut lewat, jika Anda masih merasa terpuruk atau marah, hal itu bukan lagi reaksi biologis, melainkan pilihan sadar Anda untuk tetap memikirkannya. Kuncinya adalah menyadari bahwa Anda bukanlah emosi tersebut, melainkan hanya pengamat yang melihat emosi itu melintas.

2. Aturan 5 Detik (The 5-Second Rule)

Mel Robbins memperkenalkan metode sederhana untuk melawan rasa malas dan ragu. Ketika Anda memiliki dorongan untuk melakukan sesuatu yang produktif, Anda hanya punya waktu 5 detik sebelum otak mulai menciptakan ribuan alasan untuk berhenti dan kembali ke zona nyaman.

Caranya: Hitung mundur 5-4-3-2-1 dan segera bergerak secara fisik sebelum otak Anda "membunuh" ide tersebut.

3. Hukum Cermin (The Mirror Rule)

Psikologi ini mengajarkan bahwa apa yang membuat Anda merasa kesal atau terpicu oleh orang lain biasanya adalah refleksi dari masalah yang belum selesai dalam diri Anda sendiri. Sebaliknya, apa yang Anda kagumi dari orang lain adalah potensi yang sebenarnya ada di diri Anda namun belum dikembangkan. Orang-orang di sekitar Anda berfungsi sebagai cermin yang menunjukkan bagian diri yang belum sepenuhnya Anda pahami.

4. Efek Kontras (The Contrast Effect)

Teori dari pemenang Nobel, Daniel Kahneman, menyatakan bahwa otak manusia tidak pernah menilai sesuatu secara absolut, melainkan selalu membandingkannya dengan sekitar. Perasaan "cukup" atau "kurang" terhadap gaji, pencapaian, atau kebahagiaan sangat bergantung pada standar siapa yang Anda jadikan pembanding. Dengan memahami efek ini, Anda bisa lebih bijak dalam mengatur ekspektasi dan rasa syukur.

Keempat aturan ini menjadi pengingat bahwa sebagian besar beban pikiran yang kita rasakan sering kali berasal dari cara otak mengolah informasi, bukan dari masalah itu sendiri. Memahami cara kerja "mesin" di kepala kita adalah langkah pertama untuk hidup yang lebih tenang dan terkendali. (*)

Editor : Indra Zakaria
#baper #overthingking