Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tragedi di Tepian Bengalon: Bocah 10 Tahun Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai

Redaksi Prokal • 2026-04-02 10:27:53
ilustrasi buaya
ilustrasi buaya

 
KUTAI TIMUR – Ancaman predator air di wilayah Kutai Timur kembali memakan korban jiwa dalam sebuah insiden memilukan. MI, seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun, mengembuskan napas terakhir setelah disambar buaya saat sedang mandi bersama rekan-rekannya di aliran sungai Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon.

Peristiwa naas ini terjadi pada Senin (30/3) siang, sekitar pukul 14.00 WITA, tepat di kawasan Sungai Jembatan 6 Kudung. Lokasi tersebut sebenarnya telah lama dipetakan sebagai zona merah atau habitat rawan serangan reptil purba, namun keceriaan anak-anak di tepian air siang itu berubah menjadi petaka dalam sekejap mata.

Detik-Detik Serangan dan Aksi Heroik Warga

Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, mengungkapkan bahwa serangan predator tersebut berlangsung sangat cepat. Saat korban sedang berada di tepian sungai yang dangkal, buaya tiba-tiba muncul dari kedalaman dan langsung menyambar pundak bocah malang tersebut.

Saksi mata di lokasi sempat melakukan aksi heroik dengan mencoba menarik tubuh korban dari cengkeraman rahang buaya. Namun, kekuatan predator yang menyeret mangsanya ke dalam air membuat upaya penyelamatan awal tersebut gagal. Tubuh korban sempat dibawa menjauh ke arah rerimbunan bambu di pinggir sungai.

"Warga segera melakukan penyisiran masif setelah mendapat laporan. Tubuh korban baru berhasil terlepas dari rahang buaya setelah seorang warga nekat melepaskan lemparan tombak ke arah predator tersebut," jelas AKP Asriadi pada Rabu (1/4).

Setelah pencarian menegangkan selama kurang lebih 3,5 jam, jasad Isam akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.30 WITA, tak jauh dari lokasi awal terkaman. Meski sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa bocah tersebut tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.

Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dikebumikan di pemakaman Muslim Gunung Kudung. Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi keberangkatan Isam menuju peristirahatan terakhirnya.

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai di Kutai Timur. AKP Asriadi menegaskan bahwa otoritas keamanan sebenarnya telah memasang papan imbauan larangan beraktivitas di area tersebut mengingat tingginya riwayat konflik antara manusia dan buaya.

Pihak kepolisian kembali mengeluarkan peringatan tegas agar warga mematuhi larangan mandi atau beraktivitas di sungai, terutama di titik-titik yang telah dipetakan sebagai habitat buaya. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa, yang telah berulang kali terjadi, tidak kembali merenggut nyawa di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#buaya #kutai timur