Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemasangan LPJU di 6.444 Titik Masuk Rencana Dishub Kukar Tahun 2026 Ini

Elmo Satria Nugraha • Sabtu, 11 April 2026 - 16:36 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Kukar Ahmad Junaidi (Elmo/Prokal.co)
Kepala Dinas Perhubungan Kukar Ahmad Junaidi (Elmo/Prokal.co)

 

 

PROKAL.CO, TENGGARONG – Pemerataan penerangan jalan mulai dipacu Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), sebanyak 6.444 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) direncanakan terpasang pada 2026, dengan fokus efisiensi anggaran dan jangkauan wilayah.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, menyampaikan program ini masih dalam tahap perencanaan, namun telah diarahkan menyasar hampir seluruh kecamatan. Total keseluruhan LPJU yang direncanakan sekitar 6.444 unit.

“Saat ini masih dalam tahap perencanaan dan penganggaran,” ujar Junaidi.

Pada tahap awal, pemasangan difokuskan di ruas strategis di Tenggarong Seberang. Di antaranya Jalan Desa Bangun Rejo, Jalan Awang Long Desa Kertabuana, serta Jalan Mulawarman dengan total sekitar 160 titik.

Selain itu, wilayah Loa Lepu, Jongkang hingga akses menuju PLTGU Tanjung Batu dan kawasan semenisasi Desa Tanjung Batu juga masuk prioritas dengan sekitar 100 titik tambahan.

Dishub juga merancang pemasangan di sejumlah ruas lain seperti Jalan Simpang Birawa, Jalan Poros Besar Separi, Jalan Krisna hingga Jalan Semar di Desa Sukamaju dengan total sekitar 160 unit.

Program ini akan menjangkau wilayah yang lebih luas, mulai dari Marangkayu, Muara Badak, Anggana, Samboja, Muara Jawa, Samboja Barat, Tenggarong, Sebulu, Muara Kaman hingga Tabang.

“Sekarang kita sudah di tahap input dalam sistem rencana umum pengadaan (SiRUP), penyusunan perencanaan teknis, serta lelang perencanaan. Setelah itu baru lelang fisik, dan jika sudah ada pemenang, baru pekerjaan pemasangan dilakukan,” katanya.

Dalam penyusunan teknis, tim Dishub melakukan survei lapangan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari jaringan listrik, tiang, hingga kondisi jalan. Dari sisi teknologi, Dishub masih memprioritaskan sistem konvensional berbasis listrik dibanding tenaga surya. Pertimbangannya, metode ini dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan perawatan.

“Dengan anggaran sekitar Rp200 juta, kalau konvensional bisa dapat 25 sampai 30 titik. Kalau tenaga surya hanya empat sampai lima titik karena biaya per unitnya bisa Rp30 sampai 40 juta,” jelasnya.

Selain lebih hemat, sistem konvensional juga memanfaatkan tiang listrik yang sudah tersedia sehingga memudahkan pemasangan dan perawatan. Melalui program ini, pemerintah berharap penerangan jalan semakin merata, khususnya di wilayah yang masih minim lampu.

“Dengan LPJU ini kami harap dapat membantu pengguna jalan dan mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari,” tandas Junaidi. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara