PROKAL.CO, TENGGARONG — Di saat sebagian instansi mulai menerapkan work from home (WFH), pelayanan administrasi kependudukan di Kutai Kartanegara tetap berjalan normal. Seluruh pegawai Disdukcapil Kukar dipastikan tetap masuk kerja demi menjaga layanan publik tidak terganggu.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kukar, Muhammad Iriyanto, menegaskan pihaknya tidak menerapkan sistem kerja dari rumah karena layanan yang diberikan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Semua tetap masuk 100 persen, tidak ada sistem giliran. Mulai dari pimpinan sampai pelaksana hadir untuk memastikan pelayanan tetap berjalan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Iriyanto menjelaskan, keputusan tersebut diambil agar pelayanan administrasi kependudukan tetap optimal. Mengingat kebutuhan seperti dokumen identitas hingga pencatatan sipil bersifat mendesak dan terus dibutuhkan masyarakat.
Meski demikian, terdapat penyesuaian jam layanan tatap muka khusus pada hari Jumat. Pelayanan langsung dibatasi hingga pukul 11.30 Wita, lalu dilanjutkan melalui sistem daring hingga sore hari.
“Setelah itu pelayanan tetap berjalan melalui sistem online sampai sore,” jelasnya.
Menurut Iryanto, kebijakan ini sekaligus mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan. Seperti pengurusan kartu keluarga, akta kelahiran, hingga akta kematian.
Sementara itu, layanan yang memerlukan kehadiran langsung seperti perekaman KTP elektronik dan pengurusan KTP hilang tetap dilakukan di kantor.
Kebijakan WFH ini lanjut Iriyanto tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan. Dan berdasarkan pengalaman sebelumnya, kunjungan masyarakat pada Jumat siang cenderung menurun.
Dengan seluruh pegawai tetap masuk kerja, koordinasi internal dinilai lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
“Kalau bergiliran justru kurang efektif. Dengan semua hadir, pelayanan bisa lebih maksimal,” tutup Iriyanto. (moe)
Editor : Indra Zakaria