Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ratusan Petani Rapak Lambur Gagal Panen Berbulan-bulan Akibat Banjir, Pemkab Kukar Salurkan Bantuan Beras

Elmo Satria Nugraha • Kamis, 9 April 2026 - 06:13 WIB
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyerahkan bantuan beras terhadap petani Desa Rapak Lambur (Elmo/Prokal.co)
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyerahkan bantuan beras terhadap petani Desa Rapak Lambur (Elmo/Prokal.co)

PROKAL.CO, TENGGARONG – Berbulan-bulan sawah terendam banjir, ratusan petani di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong harus menelan pahitnya gagal panen. Harapan yang pupus itu kini coba diringankan dengan bantuan beras dari pemerintah daerah. Dispensasi ini disalurkan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Desa Rapak Lambur, Rabu (8/4/2026). 

Dalam kesempatan ini, Aulia sampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa para petani sejak banjir melanda pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Terlebih dengan status warga Desa Rapak Lambur yang mayoritas adalah petani, pastinya kejadian ini sangat berdampak terhadap keseharian mereka.

“Pada saat dilaporkan kepada kami terjadi gagal panen di desa Rapak Lambur ini. Terjadi kesedihan yang begitu mendalam bagi kami, karena kita semua bisa merasakan dampak dari proses gagal panen tersebut,” ujarnya.

Data pemerintah mencatat, dari total 342,25 hektare lahan pertanian. Sekitar 148 hektare mengalami gagal panen akibat terendam banjir. Hal ini berdampak terhadap 153 kepala keluarga atau 542 jiwa yang tersebar di RT 1, RT 4, RT 6, RT 7, RT 8, dan RT 9.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkab Kukar menyalurkan bantuan beras sebanyak 9.756 kilogram atau setara 1.084 karung. Meski bantuan ini jauh dibandingkan hasil panen yang seharusnya didapatkan. Namun Aulia berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu para petani untuk kembali beraktivitas menanam.

Dan untuk mempersiapkan penanaman siklus selanjutnya, Pemkab Kukar siap membantu. Dengan menyerahkan benih sebanyak 1,250 kilogram yang ini nanti akan digunakan sebagai benih untuk penanaman padi siklus selanjutnya.

“Kita akan segera carikan jalan keluarnya, mana-mana yang bisa cepat kita eksekusi akan cepat kita eksekusi. Sehingga dapat kita serahkan kepada petani sesuai dengan apa yang mereka butuhkan untuk kelancaran proses penanaman sampai panen nantinya,” tegas Aulia.

Sementara itu, Kepala Desa Rapak Lambur Muhammad Yusuf, menyebut banjir yang terjadi bukan lagi fenomena musiman. Ketinggian air bahkan bisa mencapai 50 hingga 80 sentimeter dan merendam sekitar 500 hektare sawah dalam waktu singkat.

Dan genangan air ini cenderung bertahan lama karena kondisi geografis desa yang lebih rendah dari permukaan sungai. “Airnya lambat turun. Walaupun sudah ada normalisasi dan penanganan irigasi, tetap saja bertahan lama, bisa 4 sampai 5 bulan,” tegasnya.

Pemerintah telah membangun tiga pintu air pada 2025. Namun, upaya tersebut belum maksimal karena tanggul masih perlu ditinggikan. Melalui penyaluran bantuan ini, pemerintah desa berharap ada langkah lanjutan, khususnya dalam penguatan infrastruktur pengendali banjir.

“Kami berharap ke depan ada peninggian tanggul supaya bisa mengurangi dampak banjir terhadap sawah masyarakat,” pintanya. Pun Yusuf juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disalurkan Pemkab Kukar ini. Mengingat bahwa saat ini warga yang mayoritas petani tidak ada panen, bantuan benih padi yang akan disalurkan dalam beberapa waktu ke depan juga akan membantu masa tanam yang akan datang.

“Semoga apa yang diberikan Pemkab Kukar bisa dimaksimalkan sebaik-baiknya dan bisa berkelanjutan dan bisa bermanfaat untuk warga atau petani di desa kami,” tutup Yusuf. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#kutai kartanegara