Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kukar Siap Jadi Tuan Rumah MTQH Kaltim 2026, 13 Lokasi Disiapkan

Elmo Satria Nugraha • Minggu, 5 April 2026 - 23:09 WIB
Sekda Kukar, Sunggono yang juga menjabat Ketua LPTQ Kukar (Istimewa)
Sekda Kukar, Sunggono yang juga menjabat Ketua LPTQ Kukar (Istimewa)

 PROKAL.CO, TENGGARONG – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-46 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur mulai terlihat. Seluruh persiapan teknis diklaim telah dimatangkan jelang pelaksanaan pada November 2026 mendatang.

Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, saat rapat persiapan di Ruang Rapat Sekda Provinsi Kaltim, Kamis (2/4/2026) lalu.

Ia memastikan berbagai kebutuhan utama, mulai dari arena perlombaan hingga akomodasi kafilah, telah dipetakan secara rinci. Sedikitnya 13 lokasi strategis disiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Halaman Kantor Bupati Kukar akan difungsikan sebagai arena utama, mencakup seremoni pembukaan dan penutupan, serta cabang tilawah golongan anak, remaja, hingga dewasa.

Sejumlah lokasi lain juga disiapkan, seperti Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Pendopo Wakil Bupati, Aula Bappeda, kantor-kantor dinas, Ruang Rapat DPRD, MAN 2 Kukar, hingga Ruang Dewan Masjid Indonesia (DMI).

“Pemkab Kukar juga telah melakukan pendataan terkait ketersediaan hotel, homestay, tarif kamar, fasilitas kesehatan, armada transportasi, hingga kesiapan katering dan destinasi wisata bagi para kafilah,” jelas Sunggono yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar.

Kesiapan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni. Ia menilai Kukar memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan berbagai event berskala provinsi hingga nasional.

Sri menjelaskan, pelaksanaan MTQ tahun 2026 akan digabung dengan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH), sehingga seluruh cabang lomba akan dipertandingkan, termasuk hafalan hadist lengkap dengan sanad maupun tanpa sanad, serta Karya Tulis Ilmiah Hadist (KTIH).

“Penyelenggaraan MTQH dilaksanakan setiap tahun. Kalau pada tahun sebelumnya MTQ dan STQH dilaksanakan dua tahun sekali, secara selang-seling,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan prestasi juara umum, sekaligus menekankan agar penyelenggaraan di Kukar dikemas secara sederhana, namun tetap elegan, khidmat, dan berwibawa. (moe)

Editor : Indra Zakaria
#mtq