Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Janji Uang Transport Tak Terwujud, Pertemuan Pemprov Kaltim dan Ratusan Anggota Ormas Berakhir Lesu

Redaksi Prokal • Selasa, 14 April 2026 - 05:00 WIB
Suasana pertemuan anggota Ormas yang digagas Kesbangpol Kaltim, Senin 13 April 2026.
Suasana pertemuan anggota Ormas yang digagas Kesbangpol Kaltim, Senin 13 April 2026.

SAMARINDA – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dalam menjalin silaturahmi dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menjelang aksi demonstrasi besar-besaran 21 April mendatang justru meninggalkan riak kekecewaan. Pertemuan yang digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim pada Senin (13/4) ini dihadiri ratusan pengurus inti Ormas. Alih-alih pulang dengan semangat persatuan, sejumlah peserta justru mengaku kecewa karena dana transportasi yang kabarnya tertera dalam undangan tidak kunjung cair hingga acara usai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kaltim, AFF Sembiring, menegaskan bahwa agenda ini murni bertujuan untuk perkenalan diri sekaligus pembekalan literasi. Mengingat tensi politik yang meningkat, Kesbangpol turut menghadirkan pemateri dari Balai Bahasa Samarinda sebagai langkah preventif.

"Saya baru menjabat sebagai Plt, jadi saya ingin tahu Ormas mana saja yang ada di Kaltim. Terkait ketidakhadiran Gubernur, beliau sedang ada rapat koordinasi dengan DPR RI di Jakarta," ujar Sembiring.

Tujuan utama dari pelibatan Balai Bahasa adalah agar para pimpinan Ormas memiliki pemahaman yang lebih jernih terkait penggunaan bahasa di ruang publik. Hal ini diharapkan agar mereka tidak mudah terpancing oleh narasi atau diksi provokatif yang beredar luas di media sosial menjelang aksi 21 April.

Menanggapi rencana aksi 21 April, Sembiring menegaskan bahwa Pemprov Kaltim tidak berniat menghalangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat. Ia menyatakan bahwa masyarakat dipersilakan ikut serta karena Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat.

Namun, penekanan utama dalam pertemuan tersebut adalah pada cara penyampaian aspirasi agar tetap kondusif. Kesbangpol mengimbau agar seluruh elemen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Peserta diminta menjaga kedamaian dan secara tegas dilarang melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan kepentingan publik.

Meski acara ditutup dengan sesi bernyanyi lagu-lagu lawas Nusantara untuk mencairkan suasana, raut wajah sebagian peserta tampak masam. Kekecewaan memuncak saat diketahui bahwa uang transportasi yang diharapkan tidak dibagikan oleh panitia pelaksana. "Di undangan ada keterangan dana transpor, tapi sampai bubar tidak ada kejelasan. Kita datang dari jauh untuk mendengar arahan dan menunjukkan itikad baik, tapi hak kami yang dijanjikan malah nihil," keluh salah satu perwakilan Ormas yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kesbangpol belum memberikan klarifikasi resmi lebih lanjut mengenai kendala teknis atau alasan di balik tidak terealisasinya pembagian dana transportasi tersebut kepada para peserta undangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#rudy mas'ud