Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jelang Demo Besar 21 April Gugat Gubernur, Kesbangpol Kaltim Kumpulkan Ratusan Ormas dalam Balutan Coffee Morning

Redaksi Prokal • Senin, 13 April 2026 - 10:57 WIB
Sejumlah ormas diundang Kesbangpol Kaltim, jelang aksi 21 April.
Sejumlah ormas diundang Kesbangpol Kaltim, jelang aksi 21 April.

 

PROKAL.CO- Di tengah memanasnya suhu politik terkait rencana aksi demonstrasi besar terkait kepemimpinan Gubernur Rudy Mas'ud, pada 21 April mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur mengambil langkah taktis. Bertempat di Gedung Olah Bebaya, Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (13/4/2026), ratusan organisasi kemasyarakatan (ormas) dikumpulkan dalam agenda silaturahmi dan coffee morning.

Meski digelar di tengah isu pemakzulan gubernur yang kian mencuat, pihak Kesbangpol menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari pembinaan rutin. Plt Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas Kesbangpol Kaltim, Tri Atmaji, menyebut agenda ini sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi agar tetap sejalan dengan regulasi yang berlaku.

Baca Juga: Aksi 21 April: Ribuan Massa Siap Turun Jalan, Gubernur Kaltim Didesak Evaluasi Kebijakan

"Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan kepentingan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam tata kelola organisasi yang akuntabel dan sesuai ketentuan perundang-undangan," ujar Tri Atmaji di sela-sela kegiatan. Ia menekankan pentingnya ormas untuk tertib secara administrasi, mulai dari pelaporan kegiatan hingga pembaruan data kelembagaan secara berkala agar keberadaannya diakui secara formal oleh negara.

Tri juga mengingatkan para pengurus ormas mengenai landasan hukum berserikat di Indonesia, seperti UU Nomor 17 Tahun 2013. Menurutnya, meski kebebasan berserikat dijamin, setiap organisasi memiliki kewajiban untuk tetap berjalan di atas koridor Pancasila dan tidak mengancam kedaulatan negara. Penegasan ini menjadi krusial mengingat fungsi pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah harus terus berjalan di tengah dinamika penyampaian aspirasi publik.

Kegiatan yang dikemas secara informal melalui format coffee morning ini terbukti efektif mencairkan suasana. Para perwakilan ormas diberikan ruang luas untuk berdiskusi langsung dengan pemerintah mengenai berbagai kendala di lapangan, mulai dari masalah legalitas hingga peran strategis mereka dalam pembangunan daerah. Harapannya, melalui konsolidasi yang santai namun serius ini, ormas di Kaltim tidak hanya aktif dalam berkegiatan atau menyampaikan pendapat, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang tertib aturan dan menjaga kondusivitas Bumi Etam. (*)

Editor : Indra Zakaria
#rudy mas'ud