PROKAL.CO- Dunia maya di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, tengah diguncang dengan temuan sebuah grup media sosial yang diduga menjadi wadah aktivitas menyimpang di kalangan remaja. Grup yang kini menjadi sorotan tajam tersebut dilaporkan telah menembus angka 1.367 pengikut. Aktivitas di dalamnya dinilai sangat meresahkan karena memfasilitasi komunikasi intens hingga ajakan pertemuan fisik antaranggota yang mengarah pada perilaku negatif.
Fenomena ini memicu alarm kewaspadaan tinggi, terutama bagi para orang tua di Sampit. Berdasarkan pantauan, pengaruh grup ini tidak lagi terbatas di wilayah perkotaan saja, melainkan telah meluas hingga ke tingkat kecamatan dan merambah ke kabupaten tetangga seperti Seruyan. Luasnya jangkauan sebaran ini menandakan adanya ancaman serius bagi moralitas generasi muda di wilayah tersebut.
Keresahan yang mendalam dirasakan oleh masyarakat karena tantangan pengawasan anak di era digital kini dianggap semakin kompleks. Salah seorang orang tua di Sampit mengungkapkan bahwa kekhawatiran saat ini tidak lagi mengenal gender. Menurutnya, menjaga anak laki-laki kini terasa sama sulitnya dengan menjaga anak perempuan di tengah gempuran pengaruh buruk dari media sosial yang sulit terpantau.
Situasi ini seolah membangkitkan ingatan pahit pada kasus serupa yang sempat menggemparkan warga pada tahun 2018 silam. Kala itu, tindakan tegas berupa penghapusan grup dan penindakan hukum berhasil meredam aktivitas serupa. Kini, dengan munculnya kembali fenomena yang nyaris identik, warga mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penelusuran mendalam dan mengambil langkah represif guna memutus rantai penyebaran pengaruh tersebut.
Di sisi lain, masyarakat juga menekankan bahwa penegakan hukum harus dibarengi dengan penguatan benteng dari dalam keluarga. Edukasi terkait literasi digital dan pendampingan psikologis kepada anak-anak menjadi kunci utama agar mereka tidak mudah terjerumus ke dalam lingkaran aktivitas menyimpang. Kolaborasi antara pengawasan otoritas dan kepedulian orang tua sangat dinantikan demi melindungi masa depan generasi muda di Kotawaringin Timur dari dampak buruk dunia maya. (*)
Editor : Indra Zakaria