WASHINGTON – Gelombang pembersihan besar-besaran di tubuh militer Amerika Serikat mencapai puncaknya pada Kamis ini. Menteri Pertahanan Pete Hegseth melakukan langkah drastis dengan memberhentikan tiga jenderal bintang atas dalam satu hari, sebuah tindakan yang semakin mempertegas perombakan radikal di struktur komando tertinggi Pentagon.
Kejutan terbesar datang dari pengumuman pensiun dini Kepala Staf Angkatan Darat (Army Chief of Staff), Jenderal Randy George. Juru bicara utama Pentagon mengonfirmasi bahwa Jenderal George akan segera menanggalkan jabatannya di tengah masa jabatan yang seharusnya masih berlangsung lama. Pengunduran diri paksa ini menandai berakhirnya kepemimpinan perwira tertinggi di Angkatan Darat tersebut secara mendadak.
Baca Juga: Tensi Memanas, Menlu Iran Tantang Trump Kirim Tentara dan Ancam Tutup Selat Hormuz
Promosi Ajudan Setia
Untuk mengisi kekosongan krusial tersebut, CBS melaporkan bahwa Christopher LaNeve ditunjuk sebagai kepala sementara (Acting Chief). Pemilihan LaNeve menjadi sorotan tajam karena kedekatannya dengan pimpinan sipil saat ini; ia sebelumnya menjabat sebagai ajudan militer Pete Hegseth dan memiliki rekam jejak memimpin Divisi Lintas Udara ke-82 yang prestisius.
Namun, "pembersihan" Hegseth tidak berhenti pada Jenderal George. Menurut laporan Reuters yang mengutip sumber internal, Menteri Pertahanan juga memecat dua jenderal lainnya secara bersamaan. Mereka adalah Jenderal David Hodne, Komandan Pelatihan dan Transformasi, serta Mayor Jenderal William Green Jr., yang menjabat sebagai Kepala Kapelan Angkatan Darat.
Pemecatan ketiga petinggi ini dilakukan di tengah ketegangan militer yang sedang meningkat, menunjukkan bahwa Hegseth tidak ragu untuk mengganti kepemimpinan di berbagai sektor, mulai dari operasional, pelatihan, hingga bimbingan rohani militer.
Baca Juga: Eropa Memanas: Saat Trump Ancam Bubarkan NATO, Inggris Justru Pilih "Merapat" ke Benua Biru
Hanya Tersisa Marinir dan Angkatan Luar Angkasa
Langkah agresif ini menempatkan hampir seluruh jajaran Kepala Staf Gabungan (Joint Chiefs of Staff) dalam wajah baru. Sejak menjabat, Hegseth tercatat telah mengganti hampir semua posisi puncak di militer Amerika Serikat. Saat ini, hanya kepala Korps Marinir dan Angkatan Luar Angkasa (Space Force) yang masih tersisa dari jajaran kepemimpinan era sebelumnya.
Perombakan kilat ini memicu perdebatan sengit di Washington mengenai stabilitas komando militer, terutama saat AS sedang menghadapi situasi geopolitik yang dinamis. Bagi para pengamat, ini adalah sinyal jelas bahwa Pentagon di bawah kepemimpinan Hegseth sedang bertransformasi total menuju loyalitas dan visi strategis yang baru.(*)
Editor : Indra Zakaria