Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Baret Biru Berduka: UNIFIL Beri Penghormatan Tertinggi untuk Tiga Ksatria Garuda yang Gugur di Lebanon

Redaksi Prokal • 2026-04-03 11:35:23
Jenazah tentara perdamaian Indonesia UNIFIL.
Jenazah tentara perdamaian Indonesia UNIFIL.

 

PROKAL.CO- Penghormatan terakhir yang sarat emosi menyelimuti markas besar UNIFIL di Lebanon selatan hari ini. Dalam sebuah upacara militer yang khidmat, bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa dikibarkan setengah tiang sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi dan pengabdian tiga prajurit terbaik penjaga perdamaian asal Indonesia yang gugur dalam tugas mulia.

Dunia memberikan penghormatan kepada Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral (Anumerta) Farizal Rhomadon. Ketiga ksatria penjaga perdamaian ini kehilangan nyawa dalam dua insiden terpisah yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026, saat menjalankan mandat pemeliharaan perdamaian di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di wilayah selatan Lebanon.

Dalam balutan baret biru yang menjadi simbol perdamaian dunia, ketiga prajurit TNI ini dikenal sebagai sosok yang gagah berani. Mereka tidak hanya membawa nama baik Indonesia, tetapi juga menjadi tulang punggung stabilitas di wilayah konflik yang penuh risiko. Upacara hari ini menjadi saksi betapa besarnya kehilangan yang dirasakan oleh komunitas internasional atas gugurnya personel yang dikenal memiliki integritas tinggi tersebut.

Pihak UNIFIL menegaskan bahwa pengorbanan Zulmi, Muhammad, dan Farizal adalah bukti nyata dari komitmen tak tergoyahkan untuk kemanusiaan. Di tengah situasi lapangan yang sangat dinamis dan berbahaya, mereka tetap tegak menjalankan patroli dan tugas logistik demi memastikan keselamatan warga sipil serta terjaganya perdamaian di perbatasan.

"Kehidupan dan pengabdian mereka akan selalu diingat sebagai inspirasi bagi setiap penjaga perdamaian di seluruh dunia," ungkap perwakilan UNIFIL dalam pidato penghormatannya.

Kepergian ketiga prajurit ini menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia sekaligus pengingat bagi dunia akan harga mahal yang harus dibayar demi terciptanya perdamaian global. Kini, doa dan penghormatan mengiringi perjalanan pulang para pahlawan ini ke tanah air, membawa kebanggaan yang abadi di balik seragam loreng dan baret biru kebanggaan mereka. (*)

Editor : Indra Zakaria
#unifil